Aksi KPBR Mulai dari Penolakan Omnibus Law, RUU PKS Hingga Pendidikan

TERNATE,Beritamalut.co – Komite Perempuan Bersama Rakyat (KPBR) yang terdiri dari Srikandi, Hipmamoro, PMII Rayon Eksakta, Sekber, SMI, SC, Individu Prodem menggelar aksi dalam rangka peringati International Woman Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional, Minggu (8/3/2020).

Aksi yang berlangsung di Dodoku Ali, Pasar Bahari Berkesan dan Taman Nukila, Kota Ternate tadi, massa aksi menyuarakan mulai dari penolakan Omnibus Law, RUU PKS, pendidikan hingga masalah tenaga kerja di PT IWIP.

Fatur, salah satu orator dalam orasinya mengatakan, setelah pelantikan DPR, Menteri dan Presiden periode 2019-2024 masyarakat Indonesia dikejutkan dengan proses deregulasi yang sekarang lagi boming yaitu RUU Omnibus Law atau Cipta Kerja.

“Yang menjadi pertanyaan masyarakat Indonesia hari ini apakah Omnibus Law ini berpihak kepada rakyat atau investor?,” ungkap Fatur.

Sementara Mursid mengatakan, dalam memperingati IWD hari ini justru apa yang menjadi kepentingan dan tuntutan perempuan selalu dimarjinalkan dan disubordinat.

Dia misalnya data dari Komnas perempuan tahun 2019 tercatat sebanyak 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan. Jumlah tersebut naik 6% dari tahun sebelumnya yakni 406.178 kasus.

Seluruh kasus kekerasan perempuan terbagi atas beberapa kategori yakni 14.719 kasus yang ditangani 239 lembaga mitra pengada layanan di 33 provinsi.

Sebanyak 421.752 kasus diantaranta ditangani oleh pengadilan agama dan 1.277 kasus yang mengadu langsung ke komnas perempuan.

“Namun yang paling miris adalah dari tiap data yang dirilis tiap tahun oleh komnas perempuan tidak ada sekalipun dicantumkan data kekerasan perempuan di Maluku Utara, salah satu alasannya adalah minimnya akses, justru inilah bentuk dan wujud pemerintah karena tidak seirus menangani persoalan tersebut,” katanya.

“Selain persoalan diatas menurut kami adalah ketidakjelasan soal hukum seharusnya pemerintah sudah memasukan RUU PKS dalam proglennas tanpa ada pertimbangan tetapi sejauh ini malah diabaikan dan bahkan selain RUU Omnibus Law beberapa partai kemudian mengusung RUU Ketahanan keluarga yang justru berkontradiksi dengan tuntutan perempuan padahal apa yang menjadi tuntutan perempuan secara kongkrit ditawarkan dalam RUU PKS,” katanya lagi.

Adapun tuntutan KPBR dalam pernyataan sikapnya tadi yaitu:

1. Tolak omnibus Law dan Ruu Ketahanan keluarga
2. Sahkan Ruu PKS
3. Tolak kebijakan kemendikbud soal Kampus merdeka/Merdeka belajar
4. Berikan hak-hak pekerja/buruh di PT IWIP
5. PT IWIP wajib bertanggung jawab atas kasus kecelakaan buruhnya
6. Tolak reklamasi di Kota ternate dan tutup PLTU Tidore
7. Berikan Edukasi seksualitas sejak dini
8. Reforma Agraria sejati (sl)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Pemkot dan Kejari Ternate Teken Kerjasama Penanganan Masalah Hukum

TERNATE, Beritamalut.co — Pemerintah Kota Ternate bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata...

IWIP Serahkan 70 Ekor Hewan Kurban di Sejumlah Kabupaten Kota di Maluku Utara

WEDA, Beritamalut.co — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyerahkan 70 ekor hewan kurban Idul Adha 1445 Hijriah untuk masyarakat di Halmahera Tengah,...

Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan? Hindari 10 Kesalahan Ini

Jakarta - Berjalan adalah olahraga yang mudah dan efektif untuk menurunkan berat badan. Tanpa perlu peralatan khusus, berjalan juga bisa meningkatkan kesehatan jantung, suasana hati, dan energi. Namun,...

WhatsApp Akhirnya Bisa Video Call 32 Orang di Laptop, Ada Fitur Baru Mirip Zoom

Jakarta - WhatsApp menghadirkan sejumlah fitur baru, khususnya fitur yang akan menambah pengalaman pengguna saat melakukan panggilan video, alias video call. Salah satu fitur baru WhatsApp itu memperluas batas peserta video call di aplikasi versi...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...