FPRO Desak Pemprov Cabut Ijin Pembuangan Limbah Tailing di Kepulauan Obi

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan mahasiswa tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Obi (FPRO) gelar aksi unjuk rasa didepan kantor PT Harita Group, Kelurahan Kalumata, Kota Ternate, Kamis (12/03/2020).

Dalam aksinya, massa mendesak Gubernur Maluku Utara untuk mencabut SK Nomor: 502/01/DPMPTSP/VII/2019 tentang izin pemanfaatan tata ruang laut sebagai tempat pembuangan tailing (limbah hasil pengolahan batuan yang mengandung mineral) di kepulauan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Massa juga meminta menghentikan pembuangan limbah tailing di kepulauan Obi, dan tutup tambang di Maluku Utara.

Selain itu, Pemprov, KKP & KLHK juga diminta mengaudit seluruh industri ekstraktif di Maluku Utara lalu menegakan hukum dan pemulihan.

Koordinator aksi, Supratman D Siki menyampaikan bahwa rencana pemerintah untuk membuang tailing ke laut dalam melalui proyek pembuangan limbah nikel ke laut dalam (Deep Sea Tailing Placement) untuk pabrik proyek hidrometalurgi akan menambah laju perusakan ruang hidup masyarakat pesisir dan pulau kecil yang telah diporak-porandakan oleh industri ekstraktif.

“Mengingat di Pulau Obi sendiri terdapat 14 perusahaan tambang nikel yang mengeruk daratan pulau yang memiliki luas 254.2 hektar itu sementara, daratan Morowali telah lama diobrak abrik oleh 61 perusahaan tambang yang beraktivitas di daratan dan pesisir sehingga proyek pembuangan tailing ini jelas menambah kehancuran,” katanya.

“Terdapat empat perusahaan yang sudah dan tengah meminta rekomendasi pemanfaatan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi yakni PT Trimegah Bangun Persada di Pulau Obi: dan QMB New Energy Material; PT Sualawesi Cahaya M ineral dan PT Huayue Nickel Cobalt dl Morowali,” katanya lagi.

Supratman juga menjelaskan PT Trimegah Bangun Persada sendiri telah mengantongi izin lokasi perairan dari Gubernur Maluku Utara, dengan NO SK 502/01/DPMPTSP/VII /2019 pada 2 Juli 2019, Sementara PT Sulawesi Cahaya Mineral yang merupakan Proyek Strategis Nasional telah mendapatkan legitimasi untuk aktivitas pembuangan tailing bawah laut ini melalui Surat Direktorat Jenderal Pengelolaan Laut KKP No. B_225/DJPRL/111/2019 pada 1 Maret 2019 perihal Arahan Pemanfaatan Ruang Laut.

Namun dasar hukum penerbitan izin yang telah dikeluarkan itu katanya tidak memiliki landasan yang kuat karena hanya berdasarkan PP Nomor: 32 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut, padahal terdapat aturan yang lebih tinggi, yaitu UU Nomor: 27 tahun 2007, khususnya Pasal 35, UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3 Tahun 2010.

“Dalam konteks ini, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 12 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pembuangan Limbah ke Laut menyebutkan bahwa ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang dan kawasan perikanan tangkap sebagai kawasan sensitif serta terlarang untuk dijadikan kawasan pembuangan limbah,” jelasnya.

Disisi lain potensi ancaman yang besar berikutnya adalah kesehatan masyarakat, baik karena terpapar secara langsung akibat beraktifitas di laut, maupun terpapar secara tidak langsung akibat mengkonsumsi pangan laut (seafood).

Ini jelas lebih berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat pesisir khususnya nelayan skala kecil atau nelayan tradisional yang hidupnya sangat tergantung kepada sumber daya kelautan dan perikanan di perairan setempat.

“Setidaknya terdapat lebih dari 7000 keluarga nelayan perikanan tangkap di Morowali yang akan terdampak proyek ini. Sementara itu, masa depan kehidupan 3.343 keluarga nelayan perikanan tangkap di Pulau Obi juga dipertaruhkan,” ungkapnya.

Di Morowali, pihak yang pa|ing diuntungkan dari proyek pembuangan tailing ke laut dalam adalah PT QMB Nou Energi Material. PT Sulawesi Cahaya Mineral. PT Huayue Niekel Cobalt di Morowali.

Ketiga perusahaan ini diduga terhubung ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). IMIP yang berdiri sejak 2013 adalah proyek bisnis Indonesia-China yang merupakan usaha patungan amara Shanghai Decem lnvestment Co. Ltd. P1 Bintang delapan Investama dan PT Sulawesi Mining Investment,

“Sementara di Pulau Obi Hama Group sendiri, melalui anak perusahaannya, PT Trimegah Bangun Persada adalah aktor utama yang mengangguk keuntungan di alas penderitaan masyarakat Pulau Obi yang kehilangan ruang hidup akibat ekspansi industri ekstraktif,” pungkasnya.

Tak hanya itu Supratman menyampaikan anak perusahaan lainnya PT Gane Permai Sentosa yang beroperasi di Desa Kawasi Kecamatan Obi hendak menggusur lebih dari 700 warga setempat dengan alasan daerah tersebut rawan gempa bumi dan berpotensi teriadi tsunami dan keberadaan pemukiman penduduk yang dekat dengan pabrik yang baru dibangun padahal masyarakat telah lama mendiami kawasan tersebut jauh sebelum kedatangan Hama Group. (sj)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Enggak Perlu ke Samsat, Begini Cara Mudah Bayar Pajak Kendaraan via BRImo

Jakarta – Pajak kendaraan, baik tahunan maupun lima tahunan, wajib dibayar oleh pemiliknya. Namun, karena kesibukan di hari kerja, pembayaran pajak ini kadangkala tertunda. Belum lagi, pembayaran...

PLN Resmikan Stasiun Pengisian Hidrogen Pertama di RI

JAKARTA - PT PLN (Persero) meresmikan stasiun pengisian hidrogen atau hydrogen refueling station (HRS) pertama di Indonesia yang berlokasi di Senayan, Jakarta pada Rabu (21/2/2024). Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo...

Duka Cita Manajemen atas Peristiwa yang Menimpa Helikopter PK-WSW Weda Bay

WEDA, Beritamalut.co — Manajemen dan karyawan PT Weda Bay Nickel (WBN) dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) turut berduka atas peristiwa yang...

297 Usulan akan Dibahas dalam Musrenbang Kecamatan Ternate Tengah

TERNATE, Beritamalut.co — Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman buka Musrenbang Kecamatan Ternate Tengah di Grand Fatma, Kelurahan Moya, Rabu (21/2/2024). Tema yang diangkat pada...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...