Mahasiswa di Ternate Minta Pemerintah segera Sahkan RUU PKS

TERNATE, Beritamalut.co – Sejumlah mahasiswi di Kota Ternate, Maluku Utara yang tergabung dalam Komite Setara Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di area pasar Gamalama, Kecamatan Ternate Selatan, Senin (8/3/2021).

Aksi ini dalam rangka peringati Hari Perempuan Sedunia.

Dalam aksinya mereka membawa beberapa spanduk salah satunya bertuliskan, sahkan rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Salah satu orator, Maruf dalam orasinya mengatakan, Indonesia sebagai sebuah negara yang terintegrasi secara global dengan kapitalisme. Harus masuk dalam jurang krisis ekonomi, akibat dari krisis dalam tubuh kapitalisme. Selain krisis ekonomi Indonesia harus berhadapan dengan krisis kesehatatan (covid 19).

“Darurat kekerasan seksual di Indonesia setiap tahun semakin meningkat. CATAHU Komnas Perempuan mendata ada 431.471 kasus sepanjang 2020 lebih tinggi disbanding 2019,” teriak Maruf dalam orasinya.

Menurutnya, kekerasan seksual itu terjadi mulai dari ranah privat sampai ranah publik.

Maluku Utara sendiri dari hasil penelusuran Komite Setara Beregerak sepanjang tahun 2020 ada sekitar 65 kasus kekerasan seksual. Tetapi RUU-PKS tidak pernah disahkan oleh pemerintah/DPR, ini menunjukan bahwa negara tidak punya niat sedikitpun untuk melindungi rakyat khusunya perempuan miskin.

Apa yang dilakukan oleh Negara lewat tangan-tangan oligarki hanyalah untuk memperkaya serta mensejahterakan segilintir orang, seperti elit-eli politik, pengusaha, partai-partai politik busuk, serta elit-elit lokal.

Selain itu, ia menambahkan, Maluku Utara sebagai sebuah daerah kaya sumber-sumber produksi kini harus berhadapan dengan 313 IUP. Tentu akan semakin merusak ekosistem alam, hutan, laut, serta ekologi, dengan begitu maka perempuan petani, masyarakat adat akan terganggu kesehatan reproduksi.

“Buruh-buruh perempuan juga akan semakin massif karena mengalami penindasan seperti tidak ada jaminan cuti haid, cuti melahirkan karena Omnibus Law Cipta Kerja telah memangkas seluruh regulasi tersebut,” cetusnya.

Lanjut dia, kesehatan yang setiap tahun mengalami kenaikan biaya juga akan memperparah kesehatan perempuan. Angka kematian ibu dan anak pasti juga semakin meningkat. Ditambah lagi dengan mahalnya biaya pendidikan akan lebih banyak lagi Klas buruh petani, masyakat adat, kaum miskin kota, kaum muda dan perempuan tidak bisa mengakses pendidikan.

Oleh karena itu klas buruh, petani, masyarakat adat, kaum miskin kota, kaum muda dan perempuan tidak bisa lagi menaruh harapan pada DPR, elit-elit politik, Menteri-menteri, Partai Politik busuk, Gubernur, Bupati dan sejenisnya. Karena mereka merupakan perpanjangan tangan dari sistem kapitalisme/orang-orang kaya/oligarki.

RUU PKS sangat dibutuhkan oleh seluruh rakyat tertindas Indonesia, maka harya dengan persatuan klas buruh, kaum tani, masyarakat adat, kaum miskin kota, kaum muda dan perempuan RUU PKS bisa disahkan.

“Mari sambut Hari Perempuan Sedunia dengan pembebasan seluruh rakyat tertindas dan pembebasan perempuan,” terangnya.

Adapun pernyataan sikap massa aksi sebagai berikut:

1. Lawan Kekerasan Berbasis Gender
2. Lawan Penindasan dan Rebut Kembali Hak Asasi Perempuan
3. Adili Aktivis Cabul
4. Berikan Hak Maternitas Buruh
5. Sah-lnn RUU Pekerja Rumah Tangga
6. Stop Perusakan Ekologi
7. Stop Kriminalisasi Buruh
8. Stop Rasisme dan Lawan Meliterisme
9. Stop Kriminalisasi Jurnalis
10. Cabut UU No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja
11. Tolak RDTR ( Rancangan tata ruang daerah)
12. Berikan Tempat Yang Layak Bagi Ibu-Ibu PKL. (Hsd)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Makan Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang dikonsumsi selama...

Alasan TNI Kini Gunakan Istilah OPM di Papua

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut kelompok bersenjata di Papua dengan nama Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Istilah yang sebelumnya dipakai oleh TNI adalah...

Mengintip Kekuatan Militer Iran yang Disebut Segera Serang Israel

Jakarta - Iran disebut bakal segera menyerang Israel dalam 24-48 jam ke depan. Serangan itu buntut penyerangan yang dilakukan Israel terlebih dahulu ke konsulat Iran...

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

JAKARTA - Hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...