Situasi Mencekam, China Minta Warga Dievakuasi dari Myanmar

Jakarta – Pemerintah China mengeluarkan pemberitahuan kepada perusahaan untuk segera mengirim para karyawannya keluar dari Myanmar. Pemberitahuan tersebut dikeluarkan seiring dengan meningkatnya ketegangan antara aparat keamanan dan pedemo anti-kudeta yang telah menelan lebih dari 100 korban jiwa.

Dalam pemberitahuannya, Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara (Sasac) memerintahkan perusahaan milik negara di Myanmar untuk mengevaluasi keberadaan para pekerja dalam proyek yang operasionalnya disetop sementara.

Sementara pekerja lain yang akan dikeluarkan dari Myanmar termasuk mereka dengan batas izin maksimal kerja, mereka yang belum disuntik vaksin corona, mereka yang tinggal di daerah terpencil, dan mereka yang sehari-hari berhadapan dengan gelombang demonstrasi.

Pemberitahuan tersebut dikeluarkan menyusul adanya serangan terhadap 32 pabrik yang dikelola China di kota Yangon oleh massa tidak bertanggung jawab pada akhir pekan lalu.

Seorang pegawai perusahaan konstruksi milik China yang tengah menggarap proyek infrastruktur di Myanmar membenarkan telah menerima instruksi dari Sasac.

“Kami menerimanya pada akhir pekan ketika beberapa pabrik yang diinvestasikan China diserang. Nyatanya, hampir semua proyek sudah berhenti di sini,” kata seorang pegawai asal China yang menolak menyebutkan namanya.

“Kami sedang mendiskusikan siapa yang akan tetap di sini sambil memantau perkembangan situasi. Saya rasa mayoritas dari kita akan pulang karena tidak banyak yang bisa dilakukan,” ujarnya menambahkan.

Mengutip South China Morning Post, dalam pemberitahuan tersebut Sasac juga memerintahkan seluruh BUMN Negeri Tirai Bambu untuk melakukan latihan darurat, memastikan mereka memiliki cukup kendaraan, bahan bakar, makanan, dan kebutuhan lain untuk dievakuasi dari Myanmar.

Sementara itu, sumber dari perusahaan BUMN China lainnya yang terlibat dalam proyek pembangkit listrik Myanmar kepada SCMP mengatakan telah menerima instruksi untuk melakukan evakuasi. Sejumlah staf di bidang non-esensial sudah dikirim pualng ke China.

“Rekan-rekan yang telah dievakuasi telah sampai di China dengan selamat. Staf di Myanmar telah diberi tahu untuk tinggal di mess, kecuali untuk membeli makanan dan minuman,” kata staf tersebut.

Warga China yang masih berada di Myanmar mengatakan situasi di sana saat ini cukup tegang. Bank tutup sehingga menyulitkan warga untuk mendapatkan uang tunai.

Tak hanya itu, akses komunikasi pun kerap terputus. Transportasi udara dibatasi sehingga warga asing harus menempuh jalur darat untuk menghubungi perwakilan resmi negara di Myanmar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian menolak mengomentari kabar terkait rencana evakuasi warganya keluar dari Myanmar.

Namun Zhao mengatakan bahwa Myanmar harus menempuh tindakan efektif untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan menghukum para pelakunya sesuai hukum yang berlaku, serta memastikan keamanan di sana.

Lebih dari sebulan sejak terjadi kudeta militer pada 1 Februari 2021, kondisi Myanmar kian mencekam. Gelombang aksi demonstrasi terus meluas dan sejauh ini telah menelan setidaknya 183 pedemo tewas. (CNNIndonesia.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Aurel Hermansyah Keguguran, Atta Halilintar: Sampai Jumpa di Surga Anakku

JAKARTA - YouTuber Atta Halilintas tengah bersedih karena istrinya, Aurel Hermansyah, mengalami keguguran. Dalam akun Instagram-nya, Atta Halilintar mengucapkan salam perpisahan pada bayi yang ada...

Kabar Gembira, Bansos Tunai Rp 300.000 Diperpanjang hingga Juni 2021

JAKARTA - Pemerintah berencana memperpanjang penyaluran bantuan sosial tunai (BST) alias bansos tunai hingga bulan Juni 2021. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta...

2 Prajurit TNI Gugur Dianiaya 20 OTK di Yahukimo

JAYAPURA - Sebanyak dua personel TNI gugur setelah dianiaya 20 orang tak dikenal (OTK) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (18/5/2021). Kedua korban, Prada Aryudi...

Aturan Baru WhatsApp Berlaku, Pengguna Signal & Telegram Naik

Jakarta - Perusahaan analitik aplikasi seluler Sensor Tower melaporkan jumlah unduhan aplikasi Signal dan Telegram mengalami pertumbuhan hampir 1.200 persen menjelang tenggat waktu berlakunya kebijakan privasi...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...