Baznas Usul Gaji PNS, TNI hingga BUMN Otomatis Dipotong Zakat

Jakarta – Wacana gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI, dan anggota Polri, serta pegawai BUMN akan dipotong kewajiban zakat sebesar 2,5 persen dari gaji secara otomatis kembali mengemuka.

Wacana ini muncul dari pernyataan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad. Ia mengatakan wacana ini sejatinya muncul dari penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan zakat di Kementerian/Lembaga, Sekretariat Jenderal Lembaga Negara, Sekretariat Jenderal Komisi Negara, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah melalui Badan Amil Zakat Nasional.

Sayangnya, wacana yang sudah memiliki landasan hukum itu rupanya tidak berjalan dengan baik. Namun, selang empat tahun kemudian, wacana itu sempat mengemuka lagi.

“Tahun 2018 ada gagasan untuk dibuat perpres (peraturan presiden), lalu gagasan itu mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun demikian karena barangkali kesibukan berbagai agenda nasional, termasuk selama setahun kita menghadapi covid-19, maka gagasan tersebut belum terwujud,” ucap Noor kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/3).

Namun pada tahun ini, Baznas menilai wacana ini ada baiknya bisa segera dibicarakan lagi dan diimplementasikan. Untuk itu, Baznas pun menggelar komunikasi lagi dengan Jokowi.

“Kami mengingatkan kembali gagasan tersebut dan presiden sangat antusias,” imbuhnya.

Dari hasil komunikasi tersebut, Noor mengatakan Baznas ingin agar Jokowi menerbitkan perpres yang mewajibkan menteri dan pimpinan lembaga terkait, untuk memfasilitasi kewajiban para PNS, TNI, Polri, dan pegawai BUMN yang penghasilannya sudah sampai setara minimal 85 gram emas per tahun untuk membayar zakat yang dipotong per bulan saat gajian sebesar 2,5 persen secara otomatis.

“Nanti langsung terpotong di sistem payroll (gaji pegawai). Ini sudah kita bahas dengan Kementerian Agama, kalau bisa mulai puasa ini, Ramadan tahun ini sudah bisa diterapkan,” tuturnya.

Kendati begitu, tak semua pegawai PNS, TNI, Polri, dan pegawai BUMN akan langsung terpotong gajinya untuk membayar zakat. Sebab, ada beberapa kriteria yang diterapkan.

Pertama, mereka yang gajinya akan terpotong kewajiban zakat secara otomatis adalah yang bergaji setara 85 gram emas dalam setahun.

“85 gram emas ini ya kira-kira setara Rp85 juta setahun, setara satu nisap (jumlah batasan kepemilikan seorang muslim dalam setahun untuk wajib mengeluarkan zakat). Tapi yang gajinya di bawah 85 gram emas tidak wajib zakat, misalnya yang gaji Rp5 juta, Rp6 juta, itu setahun kan di bawah Rp85 juta,” jelasnya.

Kedua, belum menunaikan kewajiban zakat. Artinya, bila ada PNS, TNI, Polri, dan pegawai BUMN yang sudah menunaikan kewajiban zakat secara mandiri, maka boleh memberikan pemberitahuan kepada kantor atau atasannya agar gajinya tidak perlu dipotong zakat secara otomatis.

“Misal ada ASN yang sudah bayar zakat di luar, ke tetangganya misal, ke badan zakat lain, itu tinggal disampaikan saja ke atasannya,” katanya.

Ketiga, bukan non-muslim. Noor mengatakan pembayaran zakat tentunya tidak wajib bagi pegawai non-muslim. Namun, Baznas tidak menutup pintu bila ada pegawai non-muslim yang ingin menyalurkan sedekahnya.

“Meski ada permintaan dari yang non-muslim, yang mau menyumbang misalnya apa bisa ke kita juga, karena mereka kan ada kewajiban (sedekah) semacam zakat juga. Ini ya kami bisa-bisa saja,” ucapnya.

Keempat, akan berlaku untuk pegawai PNS, TNI, Polri, dan pegawai BUMN. Rencananya, kebijakan ini akan bersifat wajib untuk mereka, tapi tidak wajib untuk pegawai swasta.

“Yang swasta ini belum (wajib), tapi kami harap bisa kerja sama dengan korporasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Noor mengatakan tujuan dari pemotongan zakat langsung dari gaji karena dua hal. Pertama, Baznas ingin mengetahui seberapa besar potensi zakat yang ada di Indonesia. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan populasi masyarakat mayoritas muslim.

“Kami ingin mengetahui seberapa besar potensi zakat nasional dan ke mana zakat didistribusikan,” ujarnya.

Kedua, agar pengelolaan zakat lebih maksimal untuk membantu fakir miskin dan tidak menyasar ke hal-hal yang bertentangan dengan agama, regulasi, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena ada indikasi dana zakat digunakan untuk hal yang bertentangan dengan NKRI, misalnya terorisme,” pungkasnya. (CNNIndonesia.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Makan Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang dikonsumsi selama...

Alasan TNI Kini Gunakan Istilah OPM di Papua

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut kelompok bersenjata di Papua dengan nama Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Istilah yang sebelumnya dipakai oleh TNI adalah...

Mengintip Kekuatan Militer Iran yang Disebut Segera Serang Israel

Jakarta - Iran disebut bakal segera menyerang Israel dalam 24-48 jam ke depan. Serangan itu buntut penyerangan yang dilakukan Israel terlebih dahulu ke konsulat Iran...

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

JAKARTA - Hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...