Polda Malut Diminta Usut Tuntas Kasus Rasisme Frans Manery Terhadap Etnis Loloda

TERNATE, Beritamalut.co – Sejumlah mahasiswi di Kota Ternate yang tergabung dalam AMPP Togammoloka menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Maluku Utara, Rabu (7/4/2021).

Dalam aksi di Ditreskrimum, massa meminta untuk menuntaskan kasus rasisme yang diduga dilakukan mantan Bupati Halmahera Utara, Frans Manery terhadap etnis Loloda.

Aksi ini merupakan lanjutan setelah sebelumnya pada Senin (21/9/2020), sejumlah massa aksi yang mengatasnamakan solidaritas peduli masyarakat Loloda mendatangi kantor Ditreskrimum.

Sementara di Kantor Kejati, massa meminta mengusut tuntas dana Bumdes di pulau Morotai sebesar Rp 19 miliar tahun 2017, 2018 dan 2019, kemudian transparansi anggaran Covid-19 selama pemakaian anggaran sebesar Rp 87 Milar.

Koordinator aksi, Safril Tafag dalam orasinya mengatakan, anggaran BUMDES sampai detik ini belum dicairkan dengan alasan Pemda Pulau Morotai yakni BPMD bahwa SDM tenaga BUMDES belum siap sehingga belum dicairkan.

Padahal Pemda Pulau Morotai katanya tidak memiliki dasar hukum untuk menahan angaran BUMDES.

“Oleh sebab itu kami atas nama AMPP-TOGAMMOLOKA menggugat bahwa ada dugaan penyeleweng dan indikasi korupsi yang terjadi dalam tubuh Pemerintahan Pulau Morotai sampai saat ini belum dituntaskan, olehnya itu kami meminta dengan hormat kepada Kejaksaan Tingi Malut melakukan penyelidikan terkait angaran BUMDES 2017-2018 sampai saat ini belum dicairkan dan angaran covid-19 tidak ada transparansi pemakaian,” kata Safril.

Menanggapi itu, Kasi Penkum Kejati Malut, Richard S menjelaskan bahwa masalah itu sudah ditindaklanjuti oleh kasi Pidsus Kejari Morotai dengan melakukan pengumpulan data.

Bahkan katanya sudah dibentuk tim dan ini sengaja tidak dipublikasikan supaya tidak menggangu proses penyelidikan, meskipun begitu, pihak Kejati Malut akan terus melakukan monitoring terkait dengan kasus tersebut, dan jika misalkan ada permohonan dan permintaan masalah kekurangan personel akan disampaikan.

Lanjut dia, bahwa dugaan kasus tersebut telah dipelajari dan sudah dilakukan pemanggilan beberapa orang di Morotai.

“Ada beberapa poin Anggaran covid-19 sudah ada pengembalian. Anggaran covid sudah tracing betul. Namun hal ini masih dilakukan sistem audit BPK, sebagai lembaga hukum masih menunggu hasil audit apakah ada penyimpangan atau tidak atau mengarah ke admistrasi atau seperti apa,” katanya.

“Jadi, sudah 25 saksi yang diperiksa, kasi Pidsus Kejari Morotai sudah melakukan fuull data, kita akan bikin terang masalah ini,” tambahnya. (Hsd)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Mendiang Uje Punya Anak dari Istri Kedua, Umi Pipik Kepikiran Terus

Jakarta - Pipik Dian Irawati buka-bukaan dipoligami oleh mendiang Ustaz Jefri Al Buchori. Pipik bicara setelah 8 tahun suaminya meninggal dunia. Menurut wanita yang akrab...

Ini Isyarat Zidane Mau Tinggalkan Real Madrid di Akhir Musim?

Madrid - Belum bisa dipastikan apakah Zenedine Zidane masih akan melatih Real Madrid di musim depan. Kini, Zidane tampak mengisyaratkan ingin angkat kaki. Pelatih Prancis itu masih...

WHO Peringatkan Covid-19 Tahun Ini Bakal Lebih Parah

JENEWA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, wabah Covid-19 pada tahun ini bisa lebih parah daripada sebelumnya. Badan kesehatan di bawah PBB itu menyerukan agar...

Jokowi: RI Kutuk Keras Serangan Israel, Agresi Harus Segera Dihentikan!

Jakarta - Serangan Israel ke Palestina menelan ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia mengutuk keras serangan ini. Presiden...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...