Mengulik Khasiat dan Nutrisi Kelapa Bakar

Jakarta – Kesegaran air kelapa bisa melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Tidak hanya ketika berpuasa, di hari-hari biasa, air kelapa tetap jadi favorit banyak orang untuk karena rasanya yang nikmat dan segar.

Ada banyak menu sajian dengan air kelapa. Disajikan hanya dengan es batu, atau ditambahkan cincau, alpukat, atau bahkan dibuat jadi es blewah, bisa sangat menggugah selera. Namun, ada satu sajian kelapa unik yang mulai banyak ditemukan, yaitu kelapa bakar.

Kelapa dibakar dalam batok hingga airnya menjadi hangat. Beberapa warung yang menyediakan kelapa bakar juga menyajikan menu variatif dengan tambahan gula merah, susu, atau jahe. Hangatnya air kelapa bisa sampai ke tubuh, cocok dikonsumsi saat hujan atau di tempat dingin.

Rasa kelapa bakar memang sama-sama nikmat jika dibanding es kelapa atau sajian kelapa. Tapi, bagaimana dengan kandungan nutrisinya?

Dokter spesialis gizi klinis, Luciana B. Sutanto mengatakan, tidak ada perubahan kandungan nutrisi dalam kelapa, baik yang dibakar maupun yang dikonsumsi dalam keadaan segar.

Namun, ketika dipanaskan, kandungan mineral larut air seperti vitamin C, dan berbagai macam vitamin B akan berkurang. Sehingga kandungan vitamin dalam kelapa bakar akan lebih rendah daripada kelapa segar yang langsung dikonsumsi.

“Prinsipnya, kandungan vitamin dan mineral dalam buah yang dipanaskan bisa merusak kadar vitaminnya. Vitamin larut air yang biasanya rusak pada saat pemanasan seperti vitamin C dan B itu yang rusaknya lebih cepat,” kata Luciana ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (28/4).

Selain itu, menurut dokter spesialis gizi klinis Samuel Oetoro, pemanasan juga mengurangi kadar kalium dalam kelapa. Dia menjelaskan, pemanasan tak hanya merusak kandungan vitamin, namun juga memengaruhi kandungan mineral dalam kelapa.

Kelapa sejatinya kaya akan mineral kalium yang diperlukan untuk menunjang kerja organ vital tubuh. Mineral satu ini juga berfungsi sebagai agen antiinflamasi atau anti-peradangan sehingga menjaga tubuh dari berbagai penyakit.

Namun, ketika dipanaskan, kadar kalium dalam kelapa bisa menurun, bahkan hilang jika dipanaskan hingga mendidih dan dalam waktu lama. Padahal, kalium menjadi salah satu nutrisi khas yang ada pada kelapa.

“Dia [pemanasan] merusak kadar kalium dalam kelapa. Bahkan kandungan gizi lainnya juga bisa hilang,” ucap Samuel.

Meski demikian, konsumsi kelapa bakar bukannya tidak diperbolehkan. Kelapa bakar tetap mengandung nutrisi seperti karbohidrat dan mineral, namun jumlahnya tidak lebih tinggi dari kelapa yang dikonsumsi langsung.

Jika Anda menginginkan nutrisi kelapa sepenuhnya, maka konsumsi kelapa dalam keadaan segar tanpa tambahan gula atau memanaskannya.

“Sebenarnya boleh saja konsumsi air kelapa hangat, tapi yang lebih baik tentu air kelapa segar yang kandungan nutrisinya lebih tinggi,” tutur Samuel. (CNNIndonesia.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Makan Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang dikonsumsi selama...

Alasan TNI Kini Gunakan Istilah OPM di Papua

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut kelompok bersenjata di Papua dengan nama Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Istilah yang sebelumnya dipakai oleh TNI adalah...

Mengintip Kekuatan Militer Iran yang Disebut Segera Serang Israel

Jakarta - Iran disebut bakal segera menyerang Israel dalam 24-48 jam ke depan. Serangan itu buntut penyerangan yang dilakukan Israel terlebih dahulu ke konsulat Iran...

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

JAKARTA - Hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...