GP Marhaenis Minta Masalah Air Bersih dan Sampah Selesai dalam 100 Hari Kerja Tauhid-Jasri

TERNATE, Beritamalut.co – Gerakan Pemuda Marhaenis Maluku Utara dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Pemuda Marheinis kota Ternate, gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Ternate, Senin (3/5/2021).

Aksi tersebut sebagai refleksi Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2021.

Dalam aksi tersebut massa menyoroti dua persoalan urjen di kota Ternate, seperti air bersih dan persoalan sampah.

“Kita meminta kepada Walikota dan Wakil Walikota Ternate untuk menyelesaikan persoalan Air bersih dan Persoalan Sampah di masa kerja 100 hari Dr. M Tauhid Soleman dan Jasri Usman, karena hasil penelitian dalam 10 tahun ke depan kota Ternate akan mengalami krisis air bersih,” teriak salah satu massa aksi.

Sementara Kordinator aksi Sartono mengatakan, aksi ini momentum Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional ini untuk menyalurkan aspirasi dan sikap politik atas berbagai macam masalah dan juga ketidakbecusan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam serta mundurnya kualitas sistem pendidikan nasional Indonesia.

“Sebut saja masalah tersebut adalah, Maluku utara ketika dirubah status wilayah-nya dari sector Kepulauan menjadi sector pertambangan dengan harapan dengan adanya pembukaan seluas-luasnya bagi investor untuk mengekstrak dan mengeksplorasi SDA di Malut akan membuka lapangan pekerjaan dan memberi harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan, tetapi yang dirasakan adalah dampak negatif atas investasi pertambangan
tersebut, seperti pembuangan limbah di kepulauan obi, rusaknya hutan dan lingkungan kabupaten Halmahera Timur,” ungkapnya.

Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, ketika pemerintah RI mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Pendidikan Nasional, yang menurut massa aksi, telah menjadi ancaman serius kepada generasi muda khususnya dalam mengembangkan wawasan kebangsaan dan keindonesiaan.

Betapa tidak? Dengan hadirnya peraturan ini maka Mata pelajaran Pendidikan pancasila dalam kerikulum sistem pendidikan nasional kita akan dihilangkan. Sedangkan kita semua tahu jelas, dalam Pasal 2 Undang-undang Nomor 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan mengatakan bahwa Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum Negara, apa jadinya bangsa ini dan dunia pendidikan indinesia jika sebuah peraturan perundang-undangan yang ingin menjauhakn nilai-nilai pancasila dalam sistem pendidikan nasional,” tuturnya.

Adapun pernyataan sikap massa diantaranya.

  1. Meminta dan mendesak Presiden RI agar mencabut kembali PP Nomor 57 tahun 2021 Tentang standar pendidikan nasional.
  2. Mendesak Gubernur Provinsi Maluku Utara agar tegas atas pembuangan tailing di laut kepulauan. Obi, Kerusakan Hutan dan lingkungan di wilayah provinsi Maluku utara oleh investor.
  3. Meminta kepada para investor pertambangan di Maluku utara agar menghentikan intimidasi terhadap para pekerja buruh lokal dan memberikan hak-haknya sesuai Undang-undang Ketenagakerjaan.
  4. Meminta KPK RI Untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemalsuan dokumen 27 Izin Usaha Pertambangan (1UP) di Maluku Utara.
  5. Meminta Pemerinta Halmahera Selatan menghentikan aktivitas tambang illegal di Kusubibi.
  6. Meminta kepada pemerintah agar memberikan perlindungan hukum atas hak-hak para buruh.
  7. Meminta Kepada Walikota dan Wakil walikota agar cepat menunaikan janji program 100 hari keraja atas issu sampah dan Air bersih di kota Ternate.
  8. Jika tuntutan tidak indahkan Maka kami tidak segan-segan untuk menggalang kekuatan rakyat yang lebih besar, dan menciptakan motif tidak percaya kepada pemerintah. (Sukur L)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Makan Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang dikonsumsi selama...

Alasan TNI Kini Gunakan Istilah OPM di Papua

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut kelompok bersenjata di Papua dengan nama Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Istilah yang sebelumnya dipakai oleh TNI adalah...

Mengintip Kekuatan Militer Iran yang Disebut Segera Serang Israel

Jakarta - Iran disebut bakal segera menyerang Israel dalam 24-48 jam ke depan. Serangan itu buntut penyerangan yang dilakukan Israel terlebih dahulu ke konsulat Iran...

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

JAKARTA - Hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...