Kisah Sa’id bin Zaid, Bukti Kekuatan di Balik Doa

Jakarta – Sa’id bin Zaid merupakan sahabat Nabi yang berasal dari golongan Muhajirin penyembah berhala, yaitu putra dari Zaid bin ‘Amr.

Di satu waktu ayah Sa’id yaitu Zaid bin ‘Amr mendapat siksaan dari kaum Quraisy. Bahkan Zaid sempat melarikan diri namun harus tertangkap kembali.

Dalam situasi berbahaya itu Zaid diam-diam pergi mengunjungi Nabi Muhammad. Tapi setelah bertemu dengan nabi, Zaid justru kembali disiksa oleh kaum Quraisy.

Zaid bin ‘Amr yang saat itu berada pada ketidakpastian memanjatkan doa “Ya Allah, jika Engkau menghalangi kebaikan dari diriku, janganlah Engkau halangi kebaikan dari Sa’id anakku.”

Doa-doa Zaid tersebut didengar dan dikabulkan Allah. Sa’id bersama Fathimah binti Khatab kemudian resmi masuk Islam. Keduanya memisahkan diri dari kaum berhala.

Sosok Sa’id sangat menjunjung tinggi nilai-nilai serta adab dalam Islam. Dirinya juga menjadi seorang Muslim pada periode awal agama Islam.

Sa’id pun termasuk orang beriman kepada Allah yang membenarkan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Sebagai pengikut Nabi Muhammad, Sa’id mendedikasikan hidupnya untuk agama Islam. Ia juga ikut bergabung dalam berbagai peperangan dan diutus untuk mengamati kafilah Quraisy.

Sa’id bin Zaid berjuang bersama para sahabat Nabi dalam berbagai perang. Prestasi mengagumkan dari Sa’id ada pada perang Yarmuk. Saat itu prajurit Muslim hanya berjumlah 24 ribu orang sedangkan harus menghadapi tentara Romawi 120 ribu orang.

Dikarenakan peperangan ini demi memenangkan agama Allah serta tidak berhenti berzikir, Sa’id beserta kawanan prajurit Muslim mampu mengalahkan musuh dengan kemenangan.

Usai ikut berjuang dalam perang Yarmuk, Sa’id menetap di Dimasyq. Namun, permasalahan mulai muncul di hadapannya dengan tuduhan bahwa Sa’id telah merebut tanah milik seseorang bernama Arwa.

Fitnah yang meluas mengenai Sa’id merebut tanah Arwa itu membuatnya dihina orang-orang sekitar sampai ia terpukul merasakan sakit hati paling mendalam.

Meski di tengah keadaan sulit Sa’id tak berhenti berdoa kepada Allah dan mengatakan, “Ya Allah, Arwa telah menuduhku. Jika dia berdusta maka butakanlah matanya.”

Maha besar Allah atas segala kehendaknya mengabulkan doa Sa’id dan kemudian harinya memang terbukti bahwa Arwa tidak bisa melihat.

Selang beberapa hari dari kejadian fitnah itu, sebuah banjir dahsyat melanda kawasan Dimasyq yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dari banjir tersebut diperlihatkan oleh Allah mengenai batas dari tanah yang disengketakan oleh Arwa kepada Sa’id. Sehingga kaum Muslimin pun memercayai bahwa tuduhan Arwa palsu.

Peristiwa luar biasa itu menjadi bukti atas apa yang pernah Rasulullah katakan dalam sabda berikut.

“Takutilah doa orang teraniaya, karena antara dia dengan Allah tidak ada hijab (batas).” Terutama jika yang teraniaya adalah salah satu dari 10 sahabat Rasul yang dijanjikan surga.

Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Az-Zubair di surga, Abdur Rahman bi Auf di surga, Sa’id bin Abi Waqqas di surga, Sa’id bin Zaid di surga, Abu Ubaidah bin al-Jarrah di surga. [HR.Ahmad, Tirmidzi dan An-Nasai].(avd/fef)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Makan Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang dikonsumsi selama...

Alasan TNI Kini Gunakan Istilah OPM di Papua

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut kelompok bersenjata di Papua dengan nama Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Istilah yang sebelumnya dipakai oleh TNI adalah...

Mengintip Kekuatan Militer Iran yang Disebut Segera Serang Israel

Jakarta - Iran disebut bakal segera menyerang Israel dalam 24-48 jam ke depan. Serangan itu buntut penyerangan yang dilakukan Israel terlebih dahulu ke konsulat Iran...

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

JAKARTA - Hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...