Habiskan Rp 5,2 Triliun Dana Desa, Belum Satupun Desa di Malut Berstatus Mandiri

TERNATE, Beritamalut.co – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Maluku Utara menyelnggarakan rapat koordinasi Program Daerah Teritnggal Kawasan Perbatasan dan transmigrasi tahun 2021 yang bertempat di Sahid Bela Hotel, Senin (6/9/2021).

Itu dilakukan dalam upaya menyukseskan pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa secara kualitatif dan kuantitatif serta koordinasi lintas sektor dalam rangka mendorong penguatan kapasitas desa.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir saat membuka kegiatan mengatakan, rapat koordinasi hari ini sangat penting dan strategis dalam rangka pelaksanaan program serta untuk memahami permasalahan dan tantangan berkenaan dengan isu-isu strategis dalam berdesa.

“Salah satu isu strategis yang perlu mendapat perhatian kita bersama adalah berkaitan dengan penggunaan dan pemanfaatan Dana Desa,” kata Sekprov melalui Humas Pemprov Malut.

Dikatakan Samsuddin, jumlah Dana Desa yang telah disalurkan di Provinsi Maluku Utara dari tahun 2015 s/d 2021 adalah kurang lebih Rp 5,2 Trilyun. Dari jumlah tersebut yang tersalur ternyata belum memberikan dampak yang signifikan  bagi peningkatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Hal ini kata Sekprov, telah sesuai dengan hasil pemetaan terhadap tingkat perkembangan desa berdasarkan Formula Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2021, dimana dari total 1.063 desa di Provinsi Maluku Utara, belum ada desa yang berstatus Mandiri.

Yang ada hanya status desa maju 54 Desa, Berkembang 384 Desa, Tertinggal 553 Desa, dan sangat tertinggal 72 Desa. Dari data IDM tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa ternyata Dana Desa yang telah dikucurkan sejak tahun 2015 sampai saat ini masih belum efektif mewujudkan Desa Mandiri yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan Masyarakat Desa.

Olehnya itu dirinya menekankan terkait dengan penggunaan Dana Desa, haruslah benar-benar diarahkan dan dimanfaatkan pada peningkatan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

“Untuk itu sangat diperlukan perencanaan dalam pembanguan desa secara partisipatif berbasis potensi dan kewenangan yang ada di desa serta menyentuh substansi permasalahan untuk menjawab kebutuhan riil yang ada di tingkat desa,” ucapnya

Sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mewujudkan Desa Mandiri di Provinsi Maluku Utara maka Program Desa mandiri Percontohan berbasis kawasan dengan pola pendekatan kluster telah masuk sebagai salah satu prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022.

Untuk itu, upaya dan terobosan yang dilakukan harus selaras dengan visi misi pembangunan daerah yang di dalamnya memuat target/indikator Desa di Provinsi Maluku Utara berstatus mandiri sebanyak 54 Desa di tahun 2024.

Selain itu, unsur Pemerintah Kabupaten/Kota agar bisa memastikan penyaluran BLT Dana Desa tepat sasaran dan dianggarkan selama 12 bulan yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat pada masa pandemi ini. Serta juga ikut menjaga dan memastikan agar 8 % dari Dana Desa yang peruntukannya tersebut dianggarakan untuk Keperluan penanganan Covid 19 di Desa.

Melalui Rapat Koordinasi pada hari ini, Samsuddin berharap akan dirumuskan poin-poin strategis yang dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan dalam Pelaksanaan Program PDTKPPT di Provinsi Maluku Utara sehingga Program ini dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu laporan kegiatan yang disampaikan Kadis PMD Malut Samsudin Banyo mengatakan, melalui rakor ini sebagai target terjalinnya koordinasi lintas sektor dalam rangka mendorong penguatan Kapasitas Desa sehingga dapat terbangun sinergi antar jalur struktural dan fungsional dalam menuntaskan kemiskinan di Provinsi Maluku Utara dalam mengelola program secara transparan dan akuntabel.

Adapun tujuan kegiatan ini meliputi beberapa hal diantaranya melakukan analisa dan evaluasi reguler atas pelaksanaan kegiatan Program Daerah Tertinggal Kawasan Perbatasan Perdesaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara Tahun 2021, mengkordinasikan pelaksanaan kegiatan Program Daerah Tertinggal Kawasan Perbatasan Perdesaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara Tahun 2021, merumuskan langkah-langkah pemecahan masalah yang timbul selama pelaksanaan kegiatan program, mengkordinasikan antar satker provinsi dengan Kabupaten dalam rangka pelaksanaan dan pengelolaan Dana Desa serta pengendalian dan konsolidasi Rencana Kerja Tindak Lanjut di masing-masing Provinsi dan Kabupaten.

Kegiatan Rapat Koordinasi ini juga mengundang Narasumber yang terdiri dari Unsur Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Republik Indonesia, BPKP Perwakilan Provinsi Maluku Utara, KPPN Ternate, Komisi Informasi Publik Provinsi Maluku Utara dan Akademisi. Sedangkan jumlah peserta yang hadir sebanyak 100 orang yang terdiri dari PMD Kabupaten/kota, Bappeda Kabupaten/kota, pendamping Desa dan para Camat dengan waktu pelaksanaan kegiatan berjalan selama tiga hari. (mn)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Wakili Wali Kota, Sekda Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Bastiong Karance

TERNATE, Beritamalut.co — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly menyerahkan bantuan sosial kepada korban musibah kebakaran di RT.03/RW.04, lingkungan Kelurahan Bastiong Karance, Kecamatan...

Jejak Kasus Selingkuh Mertua dan Menantu yang Berujung Vonis Zina

Jakarta - Kasus hubungan perselingkuhan antara menantu dan mertua di Kota Serang, Banten, yang diviralkan Norma Risma pada awal 2023 memasuki babak baru. Terdakwa Rozi dan...

Cara Agar Orang Tidak Bisa Chat ke WhatsApp Tanpa Harus Diblokir, Mudah!

Jakarta - Kamu bisa membuat orang lain tidak bisa mengirim pesan WhatsApp tanpa harus memblokir kontaknya. Caranya pun mudah dan tidak akan diketahui oleh orang tersebut. Kamu...

Sumatra Terdeteksi Simpan Kekuatan Megathrust Paling Dahsyat

Jakarta - Pulau Sumatera terdeteksi menyimpan kekuatan megathrust paling dahsyat di antara wilayah lainnya di Indonesia. Simak penjelasannya. Megathrust adalah daerah pertemuan antar-lempeng tektonik Bumi yang...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...