Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Dilaporkan ke KPK Dugaan Gratifikasi

Jakarta – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penerimaan gratifikasi.

Laporan dilayangkan oleh Gerakan Semesta Rakyat Indonesia yang diwakili Ismail Marzuki pada Kamis (13/1).

Pelapor turut meminta KPK untuk mengklarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Edy.

“Itu ada pembangunan bronjong tanpa ada izin dari kementerian, karena dia bronjong di pinggir sungai, harus semua ada izin dari pihak kementerian, sedangkan dia membangun tanpa ada izin, berarti kan ada dugaan indikasi di situ,” ujar Ismail kepada wartawan.

Laporan tersebut telah diterima KPK dengan adanya tanda terima tertanggal 13 Januari 2022.

Selain dugaan penerimaan gratifikasi, Ismail juga meminta KPK mengecek harta kekayaan Edy.

“Karena LHKPN-nya di 2019, dia sepertinya belum mencantumkan kepemilikan namanya Taman Edukasi Buah Cakra seluas sekitar 15 hektare lebih di daerah Deli Tua, Namorambe, (Deliserdang),” tutur Ismail.

Berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id, pada 18 Maret 2020 (jenis laporan periodik 2019), Edy melaporkan kepemilikan 15 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Deli Serdang, Kampar, Medan, Binjai, dan Bogor. Estimasi nilai keseluruhan mencapai Rp15.904.950.000.

Sedangkan pada 1 Februari 2021 (jenis laporan periodik 2020), Edy melaporkan kepemilikan 11 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Deli Serdang, Kampar, Medan, Binjai, dan Bogor. Estimasi nilai keseluruhan mencapai Rp12.134.950.000.

Dikonfirmasi terpisah, Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengonfirmasi bahwa KPK sudah menerima laporan tersebut. KPK, terang dia, akan mempelajarinya dengan melakukan penelaahan dan verifikasi terlebih dahulu.

Ali menjelaskan hal tersebut penting dilakukan untuk menentukan apakah aduan tersebut termasuk tindak pidana korupsi atau bukan.

“Setelah kami cek di bagian persuratan KPK, benar telah diterima surat dimaksud. Berikutnya tentu akan dipelajari, analisis dan verifikasi atas materi dan data sebagaimana surat dimaksud,” terang Ali.

Terpisah, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menanggapi laporan tersebut. Dia pun heran kenapa banyak yang mau memenjarakannya.

“Kok senang sekali orang-orang ini mau memenjarakan saya,” kata Edy kepada wartawan, Jumat (14/1).

Menurut Edy LHKPN merupakan pertanggungjawaban harta yang dimilikinya kepada pihak berwajib. Namun eks Pangkostrad itu memastikan sudah memenuhi kewajiban dengan melaporkan seluruh harta kekayaannya.

“Itu sudah ada yang mengatur, LHKPN itu adalah pertanggungjawaban harta saya. Saya laporkan kepada yang berwajib. Nggak usah dilapor, orang laporannya dihimpun KPK, KPK sudah turun. Tak mungkin KPK nggak turun untuk melakukan survei kebenaran apa yang kita laporkan,” ungkapnya. (CNNIndonesia.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

1.400 Pegawai KB Bukopin Kok Pada Resign, Ada Apa Sih?

Jakarta - Sekitar 1.400-an Pegawai KB Bukopin mengundurkan diri pada akhir 2021. Pegawai-pegawai ini berasal dari seluruh kantor cabang KB Bukopin di seluruh Indonesia. Menanggapi peristiwa tersebut...

Lelaki Idaman Angel Lelga: Jujur dan No Drama

Jakarta - Angel Lelga sudah cukup lama menyandang status janda dan saat ini, dirinya mengaku tidak memiliki kekasih. Namun, mantan istri Vicky Prasetyo itu tak mau...

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

DEPOK - MM (23) yang telah kehabisan akal untuk menutupi utangnya yang menumpuk hingga mencapai Rp 1 miliar berencana untuk menjual ginjalnya. Berdasarkan penuturan MM di...

Nyanyi Lagu Sunda, Fadli Zon Singgung Pejabat Haus Kuasa

Jakarta - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengunggah cuitan yang bermuatan menyindir tentang pejabat yang haus kuasa. Cuitan melalui akun twitter pribadinya itu ia...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Warga Temukan Mayat Seorang Nelayan di Perairan Pesisir Pantai Payahe

TIDORE, Beritamalut.co - Masyarakat di Kecamatan Oba, Tidore Kepulauan, Maluku Utara digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di pesisir pantai Kelurahan Payahe Kamis (20/5/2021) tadi. Mayat...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...