Kisah Malaikat yang Menolong Pasukan Muslim dalam Perang Khandaq

Jakarta – Kisah malaikat yang membantu pasukan muslim ketika Perang Khandaq tercatat dalam Al-Qur’an. Allah SWT mengirimkan malaikat yang membantu menolong dan melindungi umat muslim dari serangan kaum kafir.

Pertempuran Khandaq atau dikenal juga dengan sebutan perang Al-Ahzab atau Pengepungan Madinah, terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masehi. Peristiwa ini tercatat dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab.

Pasukan umat muslim yang dipimpin Rasulullah SAW berhasil menang setelah mendapatkan pertolongan dari Allah. Pertolongan ini berupa para malaikat yang ditugaskan turut serta sebagai pasukan perang.

Mengutip buku Berkenalan dengan malaikat yang ditulis oleh Abdul Hamid Kisyik menyebutkan Al-Allamah bin Katsir berkata, “Allah SWT berfirman memberitahukan nikmat, keutamaan, dan kebaikan-Nya yang telah dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dalam menghadapi dan mengalahkan musuh-musuhnya pada saat mereka terkepung. Hal itu terjadi pada tahun Khandaq, bulan Syawal tahun kelima Hijriah dalam pendapat yang sahih dan masyhur.”

Penyebab Perang Khandaq

Perang Khandaq terjadi setelah seorang pemuka Yahudi bani Nadhir yang telah diusir Rasulullah SAW dari kota Madinah ke Khaibar, di dalamnya termasuk Salam bin Abi al-Haqiq, Salam bin Masykam dan Kinanah ibnar Rabi’ keluar menuju kota Mekah.

Mereka kemudian berkumpul dengan para pemuka Quraisy dan membujuk untuk memerangi Rasulullah dan menjanjikan kemenangan serta bantuan dari kelompok mereka sendiri. Kaum Quraisy menyetujui usulan mereka dan bersama-sama keluar untuk mengajak kaum Ghathfan bergabung. Mereka juga menyepakati usulan tersebut.

Kaum Quraisy keluar bersama para sekutunya di bawah pimpinan Abu Sufyan Shakhar bin Harb, dan kaum Ghathfan di bawah pimpinan Uyainah bin Hushun bin Badar dengan kekuatan sebesar sepuluh ribu orang.

Rasulullah SAW Perintahkan Pasukan Muslim Menggali Khandaq

Rasulullah mendengar kabar tentang serangan ini. Beliau kemudian segera memerintahkan kaum muslimin untuk menggali khandaq (lubang) di sekitar kota Madinah yang berhadapan ke timur kota.

Hal itu beliau lakukan atas saran Salman al-Farisi ra. Dengan penuh ketekunan kaum muslimin bersama Rasulullah SAW bekerja keras menggali dan memindahkan tanah serta batu-batu.

Beberapa waktu kemudian, kaum musyrikin datang dan membuat markas di sebelah timur kota di dekat Uhud. Lalu salah satu kelompok dari mereka turun ke dataran tinggi kota Madinah.

Rasulullah SAW keluar bersama kaum muslimin yang berkekuatan sekitar tiga ribu orang, ada beberapa ulama tafsir yang mengatakan tujuh ratus orang. Mereka menyandarkan punggung masing-masing ke bongkahan batu/tanah. Sementara, wajah mereka menghadap ke arah datangnya musuh.

Khandaq yang dibangun ini bertujuan sebagai benteng pertahanan. Lubang parit ini adalah bagian dari strategi perang umat muslim untuk menghindari pasukan berkuda.

Pengepungan dalam Perang Khandaq berlangsung selama 27 hari lamanya.

Penyerangan Kaum Kafir

Amru bin Abdi Wuddin al-Amiri, salah seorang pasukan berkuda dan pemberani yang tersohor pada zaman jahiliah, bersama beberapa orang prajurit berkuda berhasil melintasi khandaq dan menuju ke arah kaum muslimin.

Rasulullah segera memerintahkan beberapa prajurit berkuda untuk menghadapinya. Namun, tidak ada seorang pun yang berani memenuhi perintahnya. Lalu beliau memerintahkan Ali bin Abi Thalib yang kemudian segera keluar menghadapinya. Keduanya bertempur hingga akhirnya Ali bin Abi Thalib berhasil membunuh Amru bin Abdi Wuddin al-Amiri.

Allah kemudian mengirimkan angin topan yang berhembus sangat dahsyat ke arah para pengepung hingga tidak ada satu tenda pun yang tersisa. Seluruhnya hancur tertiup angin.

Angin ini yang membuat pasukan kafir lari, mereka meninggalkan ketakutan dan menderita kerugian,
sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al Ahzab ayat 9:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَآءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanużkurụ ni’matallāhi ‘alaikum iż jā`atkum junụdun fa arsalnā ‘alaihim rīḥaw wa junụdal lam tarauhā, wa kānallāhu bimā ta’malụna baṣīrā

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”

Menurut tafsir Ibnu Katsir, kalimat “Wa junuudun lam tarauhaa,” adalah sebutan bagi para malaikat yang dikirimkan sebagai pasukan perang oleh Allah SWT.

Menurut tafsir Kemenag, surah Al-Ahzab ayat 9 berisi tentang pertolongan Allah kepada kaum mukmin pada perang khandaq.

Wahai orang-orang yang beriman! ingatlah akan nikmat Allah yang telah dia karuniakan kepadamu ketika bala tentara dari kaum musyrik dan yahudi bani quraizah datang kepadamu, lalu kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu, yaitu para malaikat yang memorak-porandakan barisan mereka. Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan dan akan memberi balasan yang setimpal atasnya. (detikcom)

 

 

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Makan Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang dikonsumsi selama...

Alasan TNI Kini Gunakan Istilah OPM di Papua

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut kelompok bersenjata di Papua dengan nama Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Istilah yang sebelumnya dipakai oleh TNI adalah...

Mengintip Kekuatan Militer Iran yang Disebut Segera Serang Israel

Jakarta - Iran disebut bakal segera menyerang Israel dalam 24-48 jam ke depan. Serangan itu buntut penyerangan yang dilakukan Israel terlebih dahulu ke konsulat Iran...

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

JAKARTA - Hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...