3 Bayi yang Bisa Berbicara dan Tunjukkan Kebenaran, Ini Kisahnya

Jakarta – Ada sebuah hadits yang menceritakan tentang tiga bayi yang bisa berbicara atas kuasa Allah SWT. Bayi tersebut menyampaikan kebenaran atas tuduhan yang ditujukan kepada orang yang tidak bersalah.

 

Disebutkan dalam Shahih Muslim pada Kitab Perbuatan Baik, tiga bayi tersebut adalah Isa bin Maryam, bayi dalam perkara Juraij, dan bayi yang disusui ibunya. Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, beliau telah bersabda,

“Tidak ada bayi yang dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian kecuali tiga bayi: bayi Isa bin Maryam, dan bayi dalam perkara Juraij.”

Diceritakan, Juraij adalah seorang laki-laki yang rajin beribadah. Ia membangun tempat peribadatan dan senantiasa beribadah di tempat itu.

Ketika sedang melaksanakan salat sunnah, tiba-tiba ibunya dan datang dan memanggilnya, “Hai Juraij!” Juraij bertanya dalam hati, “Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan salatku atau memenuhi panggilan ibuku?”

Akhirnya ia pun meneruskan salatnya hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak pergi meninggalkannya.

Keesokan harinya, ibunya datang lagi kepadanya, sedangkan Juraij sedang melakukan salat sunnah. Kemudian, ibunya memanggilnya, “Hai Juraij!”

Juraij pun berkata dalam hati, “Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, memenuhi seruan ibuku ataukah salatku?” Lalu, Juraij tetap meneruskan salatnya hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya.

Hari berikutnya, ibunya datang lagi ketika Juraij sedang melaksanakan salat sunnah. Seperti biasa ibunya memanggil. “Hai Juraij!” Kata Juraij dalam hati, “Ya Allah, manakah yang harus aku utamakan, meneruskan salatku ataukah memenuhi seruan ibuku?”

Namun, Juraij tetap meneruskan salatnya dan mengabaikan seruan ibunya. Tentunya hal ini membuat kecewa hati ibunya. Hingga tak lama kemudian, ibunya pun berdoa, “Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia mendapat fitnah dari perempuan pelacur!”

Kaum bani Israil selalu memperbincangkan tentang Juraij dan ibadahnya, hingga ada seorang wanita pelacur yang cantik berkata, “Jika kalian menginginkan popularitas Juraij hancur di mata masyarakat, maka aku dapat memfitnahnya demi kalian.”

Rasulullah SAW pun meneruskan sabdanya, “Maka mulailah pelacur itu menggoda dan membujuk Juraij, tetapi Juraij tidak mudah terpedaya dengan godaan pelacur tersebut.

Kemudian, wanita pelacur itu mendatangi seorang laki-laki penggembala ternak yang kebetulan sering berteduh di tempat peribadatan Juraij. Ternyata wanita tersebut berhasil memperdayainya hingga laki-laki penggembala itu melakukan perzinaan dengannya hingga hamil.

Setelah melahirkan, wanita pelacur itu berkata kepada masyarakat sekitarnya bahwa bayi tersebut adalah hasil perbuatannya dengan Juraij. Mendengar pengakuan wanita itu, masyarakat pun menjadi marah dan benci kepada Juraij.

Mereka mendatangi rumah ibadah Juraij dan bahkan menghancurkannya. Selain itu, mereka pun bersama-sama menghakimi Juraij tanpa bertanya terlebih dahulu.

Lalu, Juraij bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian lakukan hal ini kepadaku?”

Mereka menjawab, “Kami melakukan hal ini kepadamu karena kamu telah berbuat zina dengan pelacur ini hingga ia melahirkan bayi dari hasil perbuatanmu.”

Juraij berseru, “Di manakah bayi itu?”

Kemudian mereka menghadirkan bayi hasil perbuatan zina itu. Lalu Juraij berkata, “Izinkan aku melakukan salat dan memohon petunjuk kepada Allah!”

Maka Juraij pun melakukan salat dengan khusyuk. Setelah melakukan salat, Juraij mendekati bayi itu dan menyentuh perutnya dengan jari tangannya seraya bertanya, “Hai bayi kecil, siapakah sebenarnya ayahmu itu?”

Ajaibnya sang bayi langsung menjawab, “Ayah saya adalah si fulan, seorang penggembala.”

Akhirnya mereka menaruh hormat kepada Juraij. Mereka menciumnya dan mengharap berkah darinya. Setelah itu, mereka pun berkata, “Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu ini dengan bahan yang terbuat dari emas.”

Namun, Juraij menolak dan meminta mereka untuk mengembalikan rumah ibadahnya seperti semula yang terbuat dari tanah liat. Akhirnya mereka mulai melaksanakan pembangunan rumah ibadah itu seperti semula.

Rasulullah SAW juga menceritakan, ketika seorang bayi sedang menyusu ibunya, tiba-tiba ada seorang laki-laki lewat dengan mengendarai hewan tunggangan yang gagah dan berpakaian yang bagus pula. Lalu, ibu bayi tersebut berkata, “Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah anakku ini seperti laki-laki yang sedang mengendarai hewan tunggangan itu!”

Ajaibnya, bayi itu berhenti dari susuannya, lalu menghadap dan memandang kepada laki-laki tersebut sambil berkata, “Ya Allah ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu!” Setelah itu, bayi tersebut langsung menyusu ibunya kembali.

Rasulullah SAW meneruskan sabdanya, pada suatu ketika, ada beberapa orang yang menyeret dan memukuli seorang wanita seraya berkata, “Kamu wanita yang tidak tahu diuntung. Kamu telah berzina dan mencuri.”

Tetapi wanita itu tetap tegar dan berkata, “Hanya Allah lah penolongku. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolong.”

Kemudian, ibu bayi itu berkata, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu!”

Tiba-tiba bayi tersebut berhenti dari susuan ibunya, lalu memandang wanita tersebut seraya berkata, “Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku sepertinya!”

Pernyataan antara ibu dan bayinya itu terus saling berlawanan. Hingga ibu tersebut berkata kepada bayinya, “Celaka kamu hai anakku! Tadi, ketika ada seorang laki-laki yang gagah dan menawan lewat di depan kita, lalu aku berdoa kepada Allah, ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti laki-laki itu!’ Namun kamu malah mengatakan, ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu!’ Kemudian, tadi ketika ada beberapa orang menyeret dan memukuli seorang wanita sambil berkata, ‘Kamu telah berzina dan mencuri’ lalu aku ucapkan, ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu!” tetapi kamu malah berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu!”

Mendengar perkataan ibunya itu, sang bayi pun menjawab, “Sesungguhnya laki-laki yang gagah dan menawan tadi itu adalah seorang diktator hingga aku mengucapkan, ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu!’ Sementara wanita yang dituduh mencuri dan berzina itu tadi sebenarnya adalah seorang wanita yang salihah, tidak pernah berzina, ataupun mencuri. Oleh karena itu, aku pun berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu!” (detikcom)

 

 

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Ada Peningkatan Aktifitas Gempa Vulkanik, Masyarakat Dimbau Tetap Tenang dan Waspada

TERNATE, Beritamalut.co — Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap Gunung Api Gamalama. Ini karena adanya peningkatan aktivitas...

Kata Hakim MK soal Megawati Ajukan Amicus Curiae Terkait Sengketa Pilpres

Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengajukan diri sebagai amicus curiae atau sahabat pengadilan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2024. Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih pun buka suara...

Daftar Semifinalis Liga Champions: Dortmund Vs PSG, 2 Wakil Spanyol Tersingkir

Jakarta – Paris Saint-Germain (PSG) dan Borussia Dortmund masuk dalam daftar semifinalis Liga Champions 2023-2024. PSG berhasil menang 4-1 atas Barcelona dalam leg kedua perempat final Liga Champions 2023-2024. Laga Barcelona vs PSG dalam...

Makan Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang dikonsumsi selama...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...