Daftar Bakal Calon Anggota DPD RI yang MS dan BMS Hasil Pleno KPU Malut

TERNATE, Beritamalut.co –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara, telah melaksanakan rapat pleno rekapitulasi hasil verifikasi administrasi dukungan minimal pemilih dari 17 bakal calon Anggota DPD Provinsi Maluku Utara, yang berlangsung di Ballroom Hotel Muara Ternate, Minggu (15/1/2023) malam.

Dalam rapat pleno yang dihadiri sejumlah bakal calon maupun yang diwakili tim liaison officer (LO) masing-masing bakal calon ini, KPU menyampaikan, hanya ada 10 bakal calon yang memenuhi syarat (MS), sedangkan 7 bakal calon lainnya berstatus belum memenuhi syarat (BMS).

Status MS diberikan pada bakal calon yang setelah dilakukan verifikasi administrasi telah memenuhi syarat dukungan minimal pemilih, yakni lebih dari 1.000 pemilih. Sementara, status BMS untuk bakal calon yang setelah diverifikasi administrasi memiliki dukungan pemilih MS kurang dari 1.000 pemilih.

Untuk 10 bakal calon dengan status MS diantaranya yaitu Hasby Yusuf, Helmi Umar Muchsin, Hidayat M Sjah, Ikbal Hi Djabid, Namto Roba, Natali Defita, R Graal Taliawo, Rivai Umar, Rosiana Syarif dan Sallu Ajam.

Sementara 7 bakal calon dengan status BMS diantaranya, Makmurdin Mus, Privco Sebastian Bitjoli, Sahrani Somadayo, Sahrin Hamid, Sarka Eladjouw, Sudjud Siradjuddin dan Sugeng Cahyono.

Komisioner KPU Provinsi Maluku Utara, Buchari Mahmud mengatakan, usai penyampaian hasil verifikasi administrasi ini, para bakal calon masih diberi kesempatan untuk masa perbaikan dimulai 16-22 Januari 2023.

Masa perbaikan ini, selain menjadi keharusan bagi bakal calon dengan status BMS, bisa juga diikuti oleh bakal calon berstatus MS dalam hal perbaikan ataupun ingin menambah dukungan pemilih MS.

“BMS itu mungkin karena belum diupload itu melampirkan F1-nya kemudian bisa jadi ada type nama ataupun penempatan wilayahnya keliru. Makanya dia harus memperbaiki. Misalnya harusnya penempatannya itu di Halmahera Barat orang itu ditaruh di Halmahera Selatan, maka dia harus memperbaiki kembali,” katanya.

Buchari menambahkan, wajib bagi 7 bakal calon yang masih berstatus BMS untuk memperbaiki syarat dukungan minimal pemilihnya agar bisa berubah status menjadi MS. Karena setelah perbaikan, KPU akan kembali melakukan verifikasi hasil perbaikan mulai tanggal 23 Januari 2023 sampai 1 Februari 2023.

Di rapat pleno rekapitulasi perbaikan nanti, kalau statusnya masih BMS juga, dibawah 1.000, maka dia tidak bisa mengikuti verifikasi faktual, dengan sendirinya dinyatakan gugur.

Sementara itu bagi 10 bakal calon dengan status MS, lanjut Buchari, status tersebut juga belum akan menjamin mereka bertahan dengan status MS pada saat verifikasi faktual nanti. Untuk itu pula, lewat perbaikan hasil verifikasi administrasi dianggap penting agar menambah jumlah pemilih yang MS.

“Jadi kalau lebih banyak MS nya itu lebih baik. Agar supaya nanti diverifikasi faktual tidak kurang dari kurang dari 1.000, yah berarti dia sudah memenuhi syarat kalau dia masa faktual itu BMS nya banyak dan kurang dari 1.000 terpaksa harus perbaiki lagi,” paparnya.

Buchari  berharap, 17 bakal calon ini bisa lebih intens lagi khususnya pada 7 bakal calon yang berstatus BMS, supaya seluruhnya bisa lanjut mengikuti verifikasi faktual.

“Sedapat mungkin 17 bakal calon ini sampai dengan tanggal 17 April akan datang kan hari akhir untuk penetapan status, akhir apakah dia memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai bakal calon DPD atau tidak disitu ditentukan, jadi masih banyak masih panjang proses ini,” tambahnya. (Uku)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Resmi Ditutup, Ini 10 Sekolah Kedinasan Paling Banyak Peminat di Seleksi 2024

Jakarta - Pendaftaran Seleksi Sekolah Kedinasan (sekdin) tahun 2024 resmi ditutup, Kamis (13/6/2024) kemarin. Menurut data terakhir yang disampaikan Badan Kepegawaian Negara (BKN RI), sekdin...

Anies Resmi Umumkan Maju Pilkada Jakarta 2024

JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan untuk kembali mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Hal itu disampaikan setelah ia menerima rekomendasi pengusungan dari...

Hukum Akikah Bersamaan dengan Qurban, Bolehkah dalam Islam?

Jakarta - Akikah dan qurban merupakan dua syariat Islam yang memerintahkan penyembelihan hewan. Lantas bagaimana hukumnya akikah yang dilakukan bersamaan dengan qurban? Qurban adalah perintah menyembelih...

Jokowi Bentuk Satgas Judi Online Dinakhodai Hadi Tjahjanto

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online sebagai salah satu langkah tegas dalam memberantas praktik judi online di Indonesia. Menteri...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...