Batu Ginjal hingga Gangguan Jantung, Efek Kebanyakan Makan Ubi Jalar

Jakarta – Ubi jalar dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks yang menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan.

Dalam satu porsinya ubi jalar mengandung protein, vitamin A, vitamin C, potasium, magnesium, karbohidrat, zat besi dan jenis mineral lainnya.

Jika dikonsumsi dalam batasan yang wajar, ubi jalar dapat memberikan manfaat kesehatan. Tapi ketika berlebihan mengonsumsinya, bisa jadi akan ada efek samping yang merugikan tubuh.

Untuk mengetahui batasan konsumsi ubi jalar, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter karena kemungkinan setiap orang dapat bervariasi, tergantung kebutuhan kalori harian hingga kondisi medis seseorang.

Efek samping berlebihan mengonsumsi ubi jalar

Meski dikatakan makanan sehat, ubi jalar sebaiknya tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.

Efek samping itu disebabkan oleh tingkat kandungan vitamin A tinggi yang dapat berdampak pada masalah kesehatan serius dan sejumlah kandungan mineral di dalamnya.

Melansir Times of India, berikut dampak buruk bagi kesehatan saat kebanyakan makan ubi jalar.

1. Batu ginjal

Umbi-umbian seperti ubi jalar mengandung oksalat tinggi yang termasuk sebagai salah satu jenis asam organik.

Oksalat ini bisa mengendap di organ seperti ginjal dan menimbulkan penyakit batu ginjal.

Seema Khanna, seorang ahli gizi yang berbasis di New Delhi, India mengatakan, kandungan oksalat ini bisa berisiko membentuk batu ginjal.

Selain oksalat, kandungan potasium berlebihan di dalam tubuh juga dapat berpotensi mengganggu fungsi ginjal.

Sehingga pasien dengan gangguan ginjal tidak disarankan untuk mengonsumsi ubi jalar terlalu banyak.

2. Masalah pencernaan

Ubi jalar juga mengandung manitol, sejenis karbohidrat yang disebut gula alkohol atau poliol.

Meski pada dasarnya manitol bisa bermanfaat dalam menambah energi, tapi kelebihan mengonsumsinya bisa membuat seseorang menderita masalah pencernaan, seperti diare, sakit perut hingga perut kembung.

3. Risiko diabetes meningkat

Ubi jalar memiliki indeks glikemik tingkat sedang yang lebih sehat bila dibandingkan dengan kentang. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ubi jalar dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Tapi ketika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan jangka panjang, maka efeknya bisa meningkatkan kadar gula darah secara drastis dan pasien diabetes harus membatasi asupan ubi jalar dalam keseharian.

4. Risiko penyakit jantung

Kandungan kalium pada ubi jalar jika dikonsumsi berlebihan juga bisa menyebabkan hiperkalemia atau keracunan kalium di dalam tubuh.

Keracunan kalium ini yang bisa meningkatkan seseorang mengalami risiko penyakit jantung.

5. Berlebihan vitamin A

Terlalu banyak kadar vitamin A di dalam darah dapat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, misalnya saja keracunan vitamin A.

Efek samping dari masalah ini adalah membuat rambut menjadi kasar, rontok, bibir pecah-pecah, kulit kering dan kasar.

Dalam kasus yang lebih parah, dosis vitamin A berlebihan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan hati. (Kompas.com)

 

 

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Makan Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang dikonsumsi selama...

Alasan TNI Kini Gunakan Istilah OPM di Papua

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut kelompok bersenjata di Papua dengan nama Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Istilah yang sebelumnya dipakai oleh TNI adalah...

Mengintip Kekuatan Militer Iran yang Disebut Segera Serang Israel

Jakarta - Iran disebut bakal segera menyerang Israel dalam 24-48 jam ke depan. Serangan itu buntut penyerangan yang dilakukan Israel terlebih dahulu ke konsulat Iran...

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

JAKARTA - Hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...