8 Langkah Menjaga Kesehatan Ginjal

Jakarta – Ginjal memiliki banyak fungsi penting bagi kesehatan. Seperti menyaring limbah, kelebihan air, dan bahan-bahan beracun dari darah.

Limbah tersebut kemudian disimpan di dalam kandung kemih dan dikeluarkan melalui urine.

Ginjal juga mengatur keseimbangan pH, garam, dan kalium dalam tubuh.

Selain itu, ginjal memproduksi hormon yang membantu mengatur tekanan darah, mengendalikan produksi sel darah merah, serta mengaktifkan vitamin D yang membantu tubuh menyerap kalsium untuk membangun tulang dan mengatur fungsi otot.

Dengan menjaga ginjal tetap sehat, tubuh dapat menyaring limbah dan memproduksi hormon untuk membantu tubuh berfungsi sebagaimana mestinya.

Cara menjaga kesehatan ginjal

Delapan langkah ini bisa menjaga kesehatan ginjal kita:

1. Tetap aktif bergerak

Olahraga secara teratur tidak hanya baik untuk membentuk tubuh, tetapi juga menurunkan risiko penyakit ginjal kronis.

Dengan berolahraga, tekanan darah bisa dikendalikan dan kesehatan jantung membaik, yang keduanya sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal.

Tidak perlu melakukan olahraga yang berat. Berjalan, berlari, bersepeda, atau bahkan menari sudah memberikan manfaat baik untuk kesehatan.

Carilah kegiatan yang disukai, sehingga kita akan lebih mudah melakukannya secara teratur dan memperoleh hasil yang optimal.

2. Mengelola gula darah

Penderita diabetes, atau kondisi yang menyebabkan gula darah tinggi, dapat mengalami kerusakan ginjal.

Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan glukosa darah dengan baik sehingga ginjal bekerja lebih keras dalam menyaring darah.

Jika terjadi dalam jangka waktu yang lama, kerusakan ginjal dapat membahayakan nyawa.

Namun, dengan mengelola gula darah, risiko kerusakan ginjal dapat dikurangi.

Apabila kerusakan sudah terdeteksi pada tahap awal, maka dokter dapat mengambil tindakan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

3. Perhatikan tekanan darah

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Apabila tekanan darah tinggi terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan lain seperti diabetes, penyakit jantung, atau kolesterol tinggi, dampaknya pada tubuh bisa signifikan.

Untuk menjaga kesehatan ginjal, tekanan darah normal sebaiknya dijaga di angka 120/80 mmHg.

Jika pembacaan tekanan darah berada di antara 120/80 mmHg dan 139/89 mmHg, maka itu disebut prehipertensi.

Pada titik tersebut, perubahan gaya hidup dan diet sehat dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Apabila pembacaan tekanan darah secara konsisten di atas 140/90 mmHg, kondisi itu disebut hipertensi.

Kita perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memantau tekanan darah secara teratur, melakukan perubahan pada gaya hidup, dan mengonsumsi obat-obatan.

4. Menjaga berat badan dan makan sehat

Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas berisiko terkena sejumlah kondisi kesehatan yang dapat merusak ginjal, seperti diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.

Demi menjaga kesehatan ginjal, pertahankan berat badan ideal dan jangan lupa mengonsumsi makanan sehat yang rendah sodium.

Fokuslah mengonsumsi makanan segar rendah sodium seperti kembang kol, bluberi, ikan, dan gandum utuh.

5. Minum banyak air

Asupan air yang teratur dan konsisten sangat baik untuk kesehatan ginjal.

Air membantu membersihkan natrium dan toksin dari ginjal, serta menurunkan risiko terkena penyakit ginjal kronis.

Namun, jumlah air yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda dan tergantung pada kondisi kesehatan serta gaya hidup individu.

Berbagai faktor seperti kondisi cuaca, aktivitas olahraga, jenis kelamin, kondisi kesehatan, serta kehamilan dan menyusui perlu dipertimbangkan saat merencanakan asupan air harian.

Secara umum, dianjurkan untuk minum air mineral antara 1,5-2 liter per hari.

Bagi mereka yang pernah menderita batu ginjal, disarankan untuk minum lebih banyak air guna mencegah terjadinya penumpukan batu di kemudian hari.

6. Tidak merokok

Merokok merusak pembuluh darah dalam tubuh, sehingga mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh termasuk ginjal.

Merokok juga meningkatkan risiko terkena kanker ginjal.

Jika perokok kemudian berhenti merokok, risiko kanker ginjal menurun, namun butuh waktu lama untuk kembali ke tingkat risiko yang sama seperti mereka yang tidak pernah merokok.

7. Perhatikan jumlah obat yang dikonsumsi

Berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat pereda nyeri bebas karena bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen untuk nyeri kronis dan sakit kepala dapat merusak ginjal jika diminum secara teratur.

Menurut National Kidney Foundation, obat-obatan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari 10 hari untuk meredakan nyeri, atau lebih dari tiga hari guna mengatasi demam.

Jika diminum lebih dari delapan tablet setiap hari secara teratur, obat tersebut dapat menurunkan fungsi ginjal secara sementara atau bahkan permanen.

Oleh karena itu, bicarakan dengan dokter mengenai pengobatan yang aman bagi ginjal jika kita mengalami rasa sakit.

8. Mengecek kondisi ginjal ke dokter

Jika kita berisiko tinggi terkena kerusakan atau penyakit ginjal, disarankan untuk melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin.

Beberapa orang yang berisiko tinggi antara lain:

  • Berusia di atas 60 tahun
  • Lahir dengan berat badan rendah
  • Menderita penyakit kardiovaskular atau memiliki anggota keluarga dengan penyakit tersebut
  • Memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi
  • Mengalami obesitas
  • Merasa memiliki kerusakan ginjal

Sumber: Kompas.com

 

 

 

 

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Ingat, Surat Tilang ELTE Tidak Pernah Dikirim Via WA dengan Format APK

JAKARTA - Polda Metro Jaya mulai mengirimkan surat tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) kepada 8.725 kendaraan yang melanggar aturan ganjil genap selama arus mudik dan balik Lebaran...

Ruben Onsu Benarkan Sudah Lama Tak Tegur Sapa dengan Jordi Onsu

Jakarta - Ruben Onsu bicara mengenai renggangnya hubungan dengan Jordi Onsu yang tak lain adalah adiknya sendiri. Hal ini disampaikan Ruben Onsu saat ditemui di kawasan...

Kenapa Follower Instagram Tiba-tiba Menurun? Ini Dia Penyebabnya

Jakarta - Instagram menjadi salah satu platform media sosial yang kerap digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari kreator konten hingga untuk kebutuhan bisnis. Adapun Pengikut (followers)...

Daftar 6 Gunung di Indonesia Erupsi dalam Tiga Hari Terakhir, Ada Dukono dan Gunung Ibu

Jakarta - Dalam tiga hari belakangan, enam gunung api di Indonesia erupsi yang membuat sebagian warga di wilayah tersebut harus dievakuasi hingga penetapan status tanggap...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...