Wali Kota Ternate Apresiasi 4 Ide Kreatif dalam Musrenbang Komunitas

TERNATE, Beritamalut.co – Wali Kota Ternate, Dr M Tauhid Soleman menutup
kegiatan puncak Ternate Youth Planner Musrembang Komunitas (Interactive) yang berlangsung di Red Corner Kota Ternate, Kamis (9/3/2023).

Dalam kesempatan itu, Tauhid mengapresiasi para komunitas, yang telah mengangkat 4 ide dasar yaitu cagar budaya, ekonomi kreatif, lingkungan dan ruang berkelanjutan. Karena dari 4 ide ini sudah termasuk dalam terjemahan 14 program prioritas RPJMD.

Menurutnya, di tahun depan nantinya, akan dibuat Musrembang Komunitas di tingkat Kecamatan kemudian dilanjutkan ke tingkat Kota.

“Dalam musrembang itu, kita menganut 2 sistem perencanaan, yakni perencanaan bottom up dan top down. Sehingga bisa saja hari ini kita terjemahkan dalam bottom up atau top down, yang memang telah melahirkan ide-ide yang ada yang memang sudah menetapkan tematiknya didalam 4 ide dasar yaitu Cagar Budaya, Ekonomi Kreatif, Lingkungan dan Ruang Berkelanjutan,” ungkapnya.

Tauhid menambahkan, semua hal yang telah dilahirkan dalam ide yang sudah siap dalam bentuk rancangan, maka minimal ada rubring dan menjadi dokumen penting yang akan dieksekusi melalui OPD-OPD yang ada.

Dan itu harus dikawal, karena pemerintah telah membuka ruang akses bagi anak muda di Ternate untuk bisa berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan Kota Ternate, melalui ide murni generasi muda.

Sementara, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly mengatakan, kegiatan Ternate Youth Planner Musrembang Komunitas (Interactive) merupakan proses partisipasi perencanaan, kebijakan dan regulasi dalam format interaktif dengan menggunakan metode design thinking atau proses kreatif yang melibatkan anak-anak muda dan komunitas untuk turut menghasilkan rekomendasi solusi inovasi bagi permasalahan kota.

Program ini diawali dengan pemilahan isu partisipatif yang dikoneksikan dengan 14 program prioritas ternate andalan hingga memunculkan empat isu utama untuk dikolaborasikan dengan ide-ide solutif dari para anak muda dan komunitas di Ternate;

“Keempat isu yang kemudian menjadi tema pembahasan dalam Ternate Youth Planner adalah lingkungan, cagar budaya, ekonomi kreatif, pola ruang yang berkelanjutan,” kata Rizal.

Kegiatan Youth Planner Musrembang Komunitas tersebut dilangsungkan selama 3 hari, terhitung sejak 7 – 9 Maret 2023.

Dimana hari pertama di Sesi I adalah acara berbentuk lokakarya dan talkshow sebagai bentuk Identifikasi kegiatan yang telah berlangsung di masyarakat atau di komunitas yang sesuai dengan tema pembahasan dan diharapkan dapat menjadi pengayaan bagi konten penyelenggaraan ternate youth planner.

Selain itu bagi para peserta yang hadir, sesi ini dapat menjadi satu transfer semangat sekaligus seragam pemahaman tentang solusi-solusi dan partisipasi masyarakat yang telah berjalan selama ini.

Adapun sesi talkshow 1 yang menjadi pembuka di sesi ini akan mengundang komunitas atau anak muda yang selama ini telah menggelorakan isu lingkungan, cagar budaya, ekonomi kreatif, dan ruang yang berkelanjutan.

“Kemudian pada Sesi talkshow ke 2 mengundang anak muda dari 5 kecamatan di kota ternate yang akan bercerita tentang aktivitas di wilayah kecamatan mereka yang berkaitan dengan isu utama di atas, dan sesi talkshow ketiga menghadirkan 4 komunitas dengan kegiatan spesifik pada tema pembahasan untuk turut berbagi cerita aktivitas mereka dalam framing
kolaborasi lintas sektor,” kata Rizal.

Kemudian, Sesi II yaitu kegiatan berbentuk lokakarya interaktif yang dipandu oleh fasilitator utama dengan menggunakan metode Design Thinking, dan peserta akan dibagi dalam empat kelompok (10 orang per kelompok) yang masing-masing kelompok akan didampingi oleh fasilitator dan akan mengampu tema khusus yang memiliki kaitan langsung dengan isu yang akan diangkat.

“Pada sesi kedua ini diawali dengan pengantar konteks dari fasilitator utama yang kemudian dilanjutkan dengan tahap pertama dalam metode design thinking yaitu penyusunan peta empati, para peserta akan diajak untuk mengidentifikasi dan mendapatkan pemahaman empatik dari masalah yang mungkin terjadi pada isu utama yang akan diangkat,”Cetusnya.

Selanjutnya, di hari kedua, memasuki tahapan ke 2,3,4 dari design thinking yaitu pe-
serta akan diajak langsung ke titik-titik lokasi yang telah ditentukan untuk observasi langsung ke lapangan, dimana peserta dalam kelompok akan mengamati langsung sub tema yang ditugaskan, dengan mencatat/merekam/mendokumentasikan dan bertemu pihak-pihak yang memiliki kaitan langsung dengan isu yang diangkat sehingga diharapkan para peserta akan memahami betul bagaimana kondisi dan yang menjadi kesulitan di lapangan.

“Reframe/Redefine pada tahap ini, segala informasi yang didapatkan dari emphasize & observasi akan dikumpulkan dan dianalisis, hingga para peserta bersepakat menentukan pokok permasalahan yang sebenarnya. Dimana para peserta akan menyusun mind mapping dan berupaya mengajukan ide solusi bagi pertanyaan tersebut dengan melakukan penyelidikan dan pengujian ide untuk menemukan cara terbaik dalam memecahkan masalah termasuk menyediakan elemen yang diperlukan untuk menghindari masalah-masalah yang bisa saja terjad,” tutur mantan Kadispar itu.

Terakhir, kata Rizal di hari ketiga ini, peserta akan memasuki tahapan membuat purwarupa (prototype) dari ide solusi yang ditawarkan dengan menggunakan bahan dan peralatan yang telah disediakan, dan disajikan dengan cara yang unik dan sekreatif mungkin, sehingga para pemangku yang memiliki kaitan langsung dengan isu tersebut mudah memahami pandangan dan alur dari ide dan solusi yang ditawarkan.

Kemudian ada Sharing/Co design, di hari terakhir saatnya peserta akan mempresentasikan ide dan purwarupa yang telah dibuat dimana purwarupa yang telah dibuat dipresentasikan dalam berbagai scenario terkait solusi bagi sub tema pada tiap kelompok.

“Presentasi kelompok yang menjadi rekomendasi solusi bagi tema berkelompok akan dipresentasikan langsung di hadapan Walikota Ternate sebagai pihak pembuat keputusan dan yang berwenang terhadap kebijakan dan regulasi agar dapat segera menangkap atau turut menemukan cara-cara yang lebih efektif dalam implementasi mereka,” tutupnya. (UKU)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Makan Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang dikonsumsi selama...

Alasan TNI Kini Gunakan Istilah OPM di Papua

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut kelompok bersenjata di Papua dengan nama Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Istilah yang sebelumnya dipakai oleh TNI adalah...

Mengintip Kekuatan Militer Iran yang Disebut Segera Serang Israel

Jakarta - Iran disebut bakal segera menyerang Israel dalam 24-48 jam ke depan. Serangan itu buntut penyerangan yang dilakukan Israel terlebih dahulu ke konsulat Iran...

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

JAKARTA - Hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...