Mengenal 9 Pedang Peninggalan Nabi Muhammad SAW

Jakarta – Rasulullah SAW merupakan nabi sekaligus rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT. Semasa hidupnya, ia berdakwah demi menyebarluaskan ajaran Islam.

Dalam perjuangannya itu, ia menggunakan pedang untuk melawan dan bertahan dari serangan musuh-musuh Islam. Terdapat cerita menarik di balik pedang-pedang yang Rasulullah SAW miliki.

Berikut deretan pedang peninggalan Nabi Muhammad dan kisah di baliknya yang dinukil dari buku Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW oleh Abdurrahman bin Abdul Karim.

Pedang-pedang Peninggalan Rasulullah SAW

1. Pedang Al Battar

Pedang Al Battar disebut juga sebagai pedangnya para nabi. Dalam pedang Al Battar terukir sejumlah nama nabi dalam bahasa Arab, yaitu Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW.

Pedang Al Battar pertama kali dimiliki oleh Nabi Daud AS dari Goliath, pemilik dari pedang tersebut ketika beliau berhasil mengalahkannya di usia 20 tahun. Lalu, pedang berpindah tangan ke Nabi Muhammad SAW yang didapatnya dari hasil rampasan perang Bani Qainaqa.

Sekarang, pedang sepanjang 101 cm ini masih berada di Museum Topkapi, Istanbul. Dijelaskan dalam buku tersebut, pedang ini nantinya akan digunakan Nabi Isa AS ketika turun kembali ke bumi untuk mengalahkan Dajjal. Wallahu alam.

2. Pedang Al Adhb

Sebelum Perang Badar dimulai, Nabi Muhammad SAW mengirimkan pedang ini kepada para sahabatnya. Sedangkan beliau sendiri menggunakannya pada saat Perang Uhud. Kini, pedang tersebut disimpan dalam Masjid Husain yang berlokasi di Kairo, Mesir.

3. Pedang Dzulfikar

Pedang Dzul Faqar didapat oleh Nabi Muhammad dari hasil rampasan perang saat Perang Badar. Banyak sumber mengatakan, pedang tersebut merupakan milik Ali bin Abi Thalib dan keluarga.

Dalam catatan sejarah, Rasulullah SAW memberikan pedang Dzulfikar kepada Ali bin Abi Thalib. Namun, Ali mengembalikannya pada Rasulullah SAW saat Perang Uhud.

4. Pedang Al Ma’tsur

Pedang Al Ma’tsur juga dikenal dengan nama Ma’tsur al-Fijar. Pedang ini dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum beliau menerima wahyu pertama di Mekah. Sebagai peninggalan dari sang ayah, dekat dengan pegangan pedang terdapat kufic tulisan Arab yang mengukir nama ayah Rasulullah SAW, ‘Abdullah bin Abdul Muthalib’.

Pedang Al Ma’tsur menjadi pedang yang menemaninya hijrah dari Mekah ke Madinah, hingga akhirnya dikumpulkan kembali bersama peralatan perang lain yang disimpan oleh Ali bin Abi Thalib. Saat ini, pedang dengan pegangan berlapis emas dan aksesoris emeralds serta pirus ini disimpan di Museum Topkapi, Istanbul.

5. Pedang Hatf

Selain pedang Al Battar, pedang Hatf juga didapat Rasulullah SAW dari hasil rampasan Bani Qainaqa. Pedang ini pada awalnya merupakan hasil buatan dari Nabi Daud AS yang diberi mukjizat oleh Allah SWT untuk melunakkan besi.

Pedang Hatf dibuat oleh Nabi Daud dengan menyerupai Al Battar, namun dengan ukuran yang lebih besar. Nabi Daud sempat menggunakan pedang ini sebelum berakhir di tangan Nabi Muhammad SAW. Saat ini, pedang yang memiliki panjang 112 cm dan lebar 8 cm ini disimpan di salah satu museum Istanbul, yakni Museum Topkapi.

6. Pedang Al Mikhdzam

Banyak perbedaan pendapat mengenai kepemilikan dari pedang AL Mikhdzam. Ada yang mengatakan, pedang Al Mikhdzam milik Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan kepada anak-anaknya.

Pendapat lain menyebut pedang tersebut milik Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang ia pimpin di Syria. Pedang yang panjangnya 97 cm saat ini berada di Museum Topkapi bersama pedang lainnya.

7. Pedang Ar Rasub

Pedang Ar Rasub dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya. Dengan panjang 180 cm dan memiliki bulatan emas di dalamnya, pedang ini memiliki ukiran tulisan Arab yang berbunyi, ‘Ja’far ash Sadiq.’ Pedang ini juga disimpan di salah satu museum Turki, Museum Topkapi.

8. Pedang Al Qadib

Pedang ini merupakan pedang untuk pertahanan ketika berpergian, namun tidak digunakan untuk peperangan. Pasalnya, tidak ada catatan sejarah yang menyebutkan Rasulullah SAW memakai pedang Al Qadib saat perang.

Pedang ini disimpan di rumah Rasulullah SAW yang kemudian hanya digunakan oleh Khalifah Fatimid. Pedang yang berbentuk blade tipis seperti tongkat ini memiliki ukiran dari perak yang berbunyi kalimat syahadat. Sama seperti pedang lainnya, pedang Al Qadib juga disimpan di Museum Topkapi, Istanbul, Turki.

9. Pedang Qal’a

Pedang Qal’a merupakan satu di antara pedang Nabi Muhammad SAW yang didapat beliau dari hasil rampasan Bani Qainaqa. Namun, ada pendapat lain yang menyebut pedang ini didapat oleh kakek Nabi Muhammad ketika beliau menemukan air zamzam di Mekah.

Pedang ini memiliki bentuk yang berbeda dengan pedang lainnya karena lebih bergelombang dengan panjang 100 cm. Dalam pedang tersebut, ada ukiran bahasa Arab yang berbunyi, ‘Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW’.

Sumber: detik.com

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Pemkot dan Kejari Ternate Teken Kerjasama Penanganan Masalah Hukum

TERNATE, Beritamalut.co — Pemerintah Kota Ternate bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata...

IWIP Serahkan 70 Ekor Hewan Kurban di Sejumlah Kabupaten Kota di Maluku Utara

WEDA, Beritamalut.co — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyerahkan 70 ekor hewan kurban Idul Adha 1445 Hijriah untuk masyarakat di Halmahera Tengah,...

Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan? Hindari 10 Kesalahan Ini

Jakarta - Berjalan adalah olahraga yang mudah dan efektif untuk menurunkan berat badan. Tanpa perlu peralatan khusus, berjalan juga bisa meningkatkan kesehatan jantung, suasana hati, dan energi. Namun,...

WhatsApp Akhirnya Bisa Video Call 32 Orang di Laptop, Ada Fitur Baru Mirip Zoom

Jakarta - WhatsApp menghadirkan sejumlah fitur baru, khususnya fitur yang akan menambah pengalaman pengguna saat melakukan panggilan video, alias video call. Salah satu fitur baru WhatsApp itu memperluas batas peserta video call di aplikasi versi...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...