KontraS soal AMIN Teken Pakta Ijtima Ulama: Beda dengan Visi Misi

Jakarta – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyoroti langkah pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (AMIN) yang menandatangani 13 poin pakta integritas dari forum Ijtima Ulama.

KontraS menilai kesepakatan dalam pakta integritas itu kontradiktif dengan klaim AMIN yang berkomitmen dalam menjamin kebebasan berekspresi dan menuntaskan pelanggaran HAM berat.

“Ini jelas memang kemudian menjadi terang gitu ya, bahwa ada kontradiksi antara pernyataan Pak Anies gitu ya ketika berbicara soal menciptakan lingkungan kebebasan yang setara di semua lapisan masyarakat,” kata Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya Saputra kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/12).

Dimas menyebut salah satu poin Pakta Integritas yang bertentangan dengan klaim komitmen AMIN untuk menyelesaikan HAM berat ada pada poin 2.

Pada poin itu dijelaskan AMIN harus bersedia menjalankan amanat TAP MPRS no. XXV tahun 1966 tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan Penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

AMIN juga dituntut untuk mencabut Keppres No. 17 tahun 2022 dan Keppres No. 4 tahun 2023 serta Inpres No. 2 tahun 2023. Menurut Ijtima Ulama, mereka yang dianggap korban peristiwa 19965-1966 justru adalah pelaku.

Dimas mengingatkan AMIN dalam visi-misinya mengklaim ingin menyelesaikan pelanggaran HAM berat secara berkeadilan dan komprehensif.

Dimas menyebut itikad itu sudah baik. Sebab, Peristiwa 1966-1965 merupakan beban moral bangsa. Hal itu diafirmasi oleh penyelidikan pro justisia yang dilakukan oleh Komnas HAM.

Namun, kata Dimas, Anies tidak memperlihatkan komitmennya itu. Dia justru menandatangani kesepakatan yang berlawanan dengan visi-misi nya.

“Tidak akan ada proses berkeadilan dan komprehensif yang disampaikan oleh Pak Anies dalam melakukan penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu,” ujarnya.

Adapun kontradiktif AMIN soal komitmen menjaga kebebasan berekspresi salah satunya ditemui pada poin 5 Pakta Integritas Ijtima Ulama. Pada poin itu AMIN dituntut harus melakukan Revolusi Akhlak.

AMIN harus membersihkan Indonesia dari fenomena yang disebut Ijtima Ulama sebagai ‘penyakit masyarakat’. Menurut Ijtima Ulama penyakit masyarakat salah satunya LGBTQ.

Menurut Dimas, AMIN justru menggadaikan kebebasan dengan menyepakati pakta integritas itu. Dimas menyatakan kesepakatan justru memfasilitasi semakin maraknya diskriminasi dan persekusi terhadap kelompok minoritas.

“Akan ada upaya memfasilitasi atau negara akan menjadi fasilitator paling utama terhadap kebencian, diskriminasi yang akan bermuara terhadap kekerasan. Lalu, stigmatisasi berlanjut terhadap kelompok-kelompok rentan dan kelompok minoritas,” ucap dia.

“Hal ini akan sangat kontradiktif dengan pernyataan kebebasan yang digaungkan oleh Pak Anies. Ini memperlihatkan Pak Anies tidak punya imajinasi dan punya wacana konkret untuk benar-benar menautkan atau melekatkan nilai manusia dalam kebijakan politik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Co-captain Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (AMIN), Yusuf Martak memastikan pasangan AMIN telah menandatangani 13 poin pakta integritas dari forum Ijtima Ulama pada 1 Desember 2023 lalu.

“Benar beritanya. [Diteken] Sekitar tanggal 1 Desember,” kata Yusuf kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/12).

Sumber: cnnindonesia.com

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Pemkot dan Kejari Ternate Teken Kerjasama Penanganan Masalah Hukum

TERNATE, Beritamalut.co — Pemerintah Kota Ternate bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata...

IWIP Serahkan 70 Ekor Hewan Kurban di Sejumlah Kabupaten Kota di Maluku Utara

WEDA, Beritamalut.co — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyerahkan 70 ekor hewan kurban Idul Adha 1445 Hijriah untuk masyarakat di Halmahera Tengah,...

Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan? Hindari 10 Kesalahan Ini

Jakarta - Berjalan adalah olahraga yang mudah dan efektif untuk menurunkan berat badan. Tanpa perlu peralatan khusus, berjalan juga bisa meningkatkan kesehatan jantung, suasana hati, dan energi. Namun,...

WhatsApp Akhirnya Bisa Video Call 32 Orang di Laptop, Ada Fitur Baru Mirip Zoom

Jakarta - WhatsApp menghadirkan sejumlah fitur baru, khususnya fitur yang akan menambah pengalaman pengguna saat melakukan panggilan video, alias video call. Salah satu fitur baru WhatsApp itu memperluas batas peserta video call di aplikasi versi...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...