Menag Yaqut: Umrah Backpacker Sebaiknya Dihindari

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merespons polemik umrah backpacker. Dia menyebut sejumlah alasan agar jemaah tidak melakukan umrah backpacker.

Salah satunya, perjalanan umrah berbeda dengan perjalanan wisata lain, karena melibatkan aturan-aturan dan tata cara peribadatan yang harus dipatuhi.

“Ini kalau kita ke luar negeri kita bisa sendiri. Ke mana? Ke Eropa, Jepang, Amerika, ke manapun kita bisa lakukan sendiri, karena tidak ada aturan-aturan dalam melakukan perjalanan itu, tapi umrah berbeda. Ada aturan peribadatan yang harus dipenuhi,” kata Yaqut seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/2/2024).

Yaqut menyebut tidak semua jemaah memahami aturan-aturan tersebut, sehingga diperlukan bimbingan dan bantuan dalam melaksanakan ibadah umrah.

Selain itu, ada banyak aspek praktis yang juga perlu dipertimbangkan. Di antaranya, pemesanan hotel dan makanan yang memiliki perbedaan dengan budaya kuliner Indonesia. Perbedaan itu berpotensi menimbulkan pengalaman yang kurang memuaskan bagi jemaah yang tidak terbiasa dengan lingkungan dan tata cara di tanah suci.

“Nah tidak semuanya umat kita ini paham dengan semua itu maka dibutuhkan pembimbing. Siapa yang membimbing mereka dalam melaksanakan ibadah umroh?” kata Yaqut.

Di saat bersamaan, Yaqut mengingatkan biro perjalanan umrah, sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), seperti yang termaktub di dalam Undang-Undang (UU) No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, pada pasal 86, harus mempunyai kemampuan mumpuni untuk membimbing dan mendampingi jemaah.

Dia menyebut dengan melakukan umrah melalui PPIU dapat meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan serta kenyamanan jemaah.

“Banyak hal yang jadi pertimbangan pemerintah kenapa sebaiknya memang umroh backpacker itu dihindari. Jadi ada biro-biro umroh travel perjalanan ibadah umroh yang akan siap membantu umat untuk bisa menjalankan umroh dengan baik,” kata Yaqut.

Polemik soal umrah backpacker itu muncul kembali belakangan ini. Itu setelah Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Jaja Jaelani mengatakan umrah backpacker dilarang karena bertentangan dengan UU No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Dan, dalam perkembangannya Arab Saudi sudah mengizinkan penerbitan visa wisata dan transit untuk sejumlah negara digunakan untuk umrah. Salah satunya Indonesia yang peluncuran sistemnya dilakukan pada 25 Mei 2023.

Pendaftaran umrah tersebut dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Nusuk yang dirilis pemerintah Arab Saudi. Jemaah juga bisa memesan waktu untuk raudhah dan mendapat berbagai informasi tentang haji, wisata, penginapan, dan kebutuhan lainnya di Makkah serta Madinah.

Sejumlah pihak meminta agar pemerintah beradaptasi dengan kebijakan baru Arab Saudi itu. Salah satu usulannya Amphuri yang mengusulkan agar pemerintah membuat aplikasi perjalanan umrah bagi WNI.

MUI juga menyebut tidak perlu ada larangan umrah asalkan jemaah tidak membebani pemerintah Arab Saudi. Salah satunya, dengan tetap memesan penginapan dan telah memastikan tiket pulang pergi, bukan menginap di masjid.

Sumber: detik.com

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Ingat, Surat Tilang ELTE Tidak Pernah Dikirim Via WA dengan Format APK

JAKARTA - Polda Metro Jaya mulai mengirimkan surat tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) kepada 8.725 kendaraan yang melanggar aturan ganjil genap selama arus mudik dan balik Lebaran...

Ruben Onsu Benarkan Sudah Lama Tak Tegur Sapa dengan Jordi Onsu

Jakarta - Ruben Onsu bicara mengenai renggangnya hubungan dengan Jordi Onsu yang tak lain adalah adiknya sendiri. Hal ini disampaikan Ruben Onsu saat ditemui di kawasan...

Kenapa Follower Instagram Tiba-tiba Menurun? Ini Dia Penyebabnya

Jakarta - Instagram menjadi salah satu platform media sosial yang kerap digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari kreator konten hingga untuk kebutuhan bisnis. Adapun Pengikut (followers)...

Daftar 6 Gunung di Indonesia Erupsi dalam Tiga Hari Terakhir, Ada Dukono dan Gunung Ibu

Jakarta - Dalam tiga hari belakangan, enam gunung api di Indonesia erupsi yang membuat sebagian warga di wilayah tersebut harus dievakuasi hingga penetapan status tanggap...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...