Pemburu Harta Karun Temukan Kilauan Emas Panama

Jakarta – Para pemburu harta karun berhasil menemukan tumpukan emas saat menggali makam pemuka agama yang dikubur lebih dari 1.200 tahun lalu.

Para arkeolog itu menemukan makam kuno di Taman Arkeologi El Caño, sebuah situs di provinsi Coclé di Panama. Tempat ini dikenal sebagai sarang penemuan-penemuan pra-Columbus, terutama ruang pemakaman yang mewah.

Kementerian Kebudayaan Panama mengatakan makam yang baru ditemukan, dibangun sekitar tahun 700. Ini merupakan makam kesembilan yang digali dari taman tersebut sejak penggalian situs dimulai pada tahun 2008.

Dalam penggalian tersebut para arkeolog menemukan sejumlah perhiasan emas, di antaranya lima perhiasan penutup dada untuk jenazah, dua ikat pinggang yang terbuat dari manik-manik emas, beberapa gelang dan kalung emas, serta dua buah anting-anting berbentuk figur manusia, mengutip CNN, Rabu (13/3).

Selain itu, mereka juga menemukan beberapa perhiasan yang terbuat dari gigi binatang, termasuk anting-anting yang terbuat dari gigi paus sperma.

Ana María Navas Méndez, asisten profesor sosiologi dan antropologi di Illinois State University, mengatakan benda-benda “eksotis” ini biasanya ditafsirkan sebagai strategi pemimpin untuk mendapatkan prestise lebih di wilayah mereka.

Ia menambahkan para kepala suku kuno di Amerika Latin sering menjalin hubungan politik dan ekonomi dengan para pemimpin komunitas terdekat, yang memungkinkan barang-barang berharga dan hasil karya mereka untuk dipertukarkan satu sama lain.

Beberapa artefak yang ditemukan di dalam makam memiliki gaya yang mirip dengan yang diproduksi di wilayah Quimbaya (Kolombia). Hal ini mengindikasikan ada banyak interaksi dan pertukaran material “antara populasi yang mendiami wilayah tengah Panama dan bagian utara Amerika Selatan.”

Makam petinggi

Julia Mayo, pemimpin penggalian dan direktur El Caño Foundation, mengatakan akam-makam tersebut, termasuk yang baru ditemukan merupakan tempat peristirahatan bagi orang-orang yang memiliki status yang lebih tinggi dalam masyarakat mereka.

Tim peneliti percaya jasad yang ditemukan di tengah kuburan memiliki status yang lebih tinggi. Hal ini ditunjukkan tidak hanya dari posisi fisiknya, tapi juga artefak emas dan keramik yang mengelilingi tubuhnya.

Peradaban di wilayah sekitar El Caño pada saat itu memperlakukan situs tersebut sebagai tempat suci dan memuja “leluhur” mereka.

“Setelah kematian orang-orang ini, (diyakini bahwa) komunikasi yang konstan terjalin antara leluhur dan keturunannya,” kata Mayo. “Penelitian kami (terhadap makam-makam tersebut) menyoroti praktik ritual kematian dalam upacara pemakaman yang terkait dengan status (yang lebih tinggi).”

Pemimpin elit yang baru ditemukan ini kemungkinan adalah seorang pria berusia 30 atau 40 tahun, yang dijuluki “Penguasa Seruling” oleh para arkeolog. Pasalnya, ia dimakamkan bersama seperangkat seruling tulang binatang yang kemungkinan digunakan untuk upacara keagamaan.

Para peneliti menemukan pola yang sama di antara makam tersebut dan delapan makam yang telah diteliti sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan jasad-jasad lainnya adalah milik orang-orang yang dikorbankan untuk menemani orang yang meninggal di alam baka.

El Caño dibagi menjadi dua sektor pemakaman: sektor berstatus tinggi yang memiliki ruang pemakaman dengan banyak jenazah, dan sektor berstatus rendah di mana kuburan hanya berisi satu jenazah per kuburan.

Para arkeolog menemukan jasad pria yang diduga sebagai pemimpin agama itu terkubur dengan posisi telungkup di atas jasad seorang wanita. Para peneliti belum mengetahui hubungan antara pria dan wanita tersebut.

“Cara penguburan dengan cara tertelungkup merupakan hal yang umum pada periode ini di wilayah ini, namun posisi laki-laki di atas perempuan tidak,” ujar Nicole Smith-Guzmán, kurator arkeologi dari Smithsonian Tropical Research Institute di Panama City.

Namun, ia menambahkan peneliti lain melaporkan penemuan sisa-sisa manusia yang berusia lebih dari 1.000 tahun yang terkubur dalam posisi yang sama di sebuah situs terdekat yang disebut Sitio Sierra, di provinsi yang sama dengan El Caño. Para peneliti pada saat itu berspekulasi bahwa pasangan tersebut adalah sepasang suami dan istri, namun teori tersebut masih belum dikonfirmasi.

“Namun demikian, ada kemungkinan bahwa ada semacam hubungan sosial antara dua individu selama hidup yang penting untuk dipertahankan setelah meninggal,” kata Smith-Guzmán, yang tidak terlibat dalam kedua penemuan tersebut.

Kota orang mati

Para ahli percaya bahwa El Caño berfungsi sebagai pusat upacara regional atau nekropolis (kota orang mati) bagi anggota masyarakat elit, kata Smith-Gúzman.

Sudah ada dua upaya untuk mencari tahu siapa pemilik berbagai makam yang ditemukan di situs El Caño. Namun, setiap upaya gagal untuk mengambil DNA dari tulang belulang manusia, kemungkinan besar karena iklim panas dan lembab di wilayah itu tidak ideal untuk pengawetan.

“(Penemuan ini) menawarkan bukti baru untuk terus mempelajari suku-suku di Panama yang dapat dibandingkan dengan penemuan sebelumnya,” kata Navas Méndez.

“Dengan bukti baru ini, para arkeolog dapat mengajukan pertanyaan baru tentang interaksi antara suku-suku bangsa, tentang ekonomi politik masyarakat pra-Kolombia, tentang aspek keagamaan, tentang gender, dan sebagainya.”

Sumber: cnnindonesia.com

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Makan Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter

Jakarta - Kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang dikonsumsi selama...

Alasan TNI Kini Gunakan Istilah OPM di Papua

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut kelompok bersenjata di Papua dengan nama Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Istilah yang sebelumnya dipakai oleh TNI adalah...

Mengintip Kekuatan Militer Iran yang Disebut Segera Serang Israel

Jakarta - Iran disebut bakal segera menyerang Israel dalam 24-48 jam ke depan. Serangan itu buntut penyerangan yang dilakukan Israel terlebih dahulu ke konsulat Iran...

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

JAKARTA - Hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...