Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta – Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah :

مَا أُضِيْفُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قَوْلٍ، أَوْ فِعْلٍ، أَوْ تَقْرِيْرٍ، أَوْ وَصْفٍ

Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam baik ucapan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat.

Sebagai salah satu sumber utama dalam hukum islam, hadits memiliki beberapa kategori diantaranya ada yang disebut dengan hadits qudsi.

Ada banyak pendapat yang memberikan pengertian tentang hadits qudsi, nah berikut beberapa pendapat ulama yang memberikan pengertian hadits qudsi, yaitu :

Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

ما رواه النبي صلّى الله عليه وسلّم عن ربه – تعالى -، ويسمى أيضاً (الحديث الرباني والحديث الإلهي

“Hadits yang diriwayatkan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dari rabb-nya (Allah subhanahu wa ta’ala), dan hadits ini disebut juga dengan hadits rabbani dan hadits ilahi.”

dan Syeikh Al utsatimin juga mengatakan bahwa, hadits qudsi ialah hadits yang diriwayatkan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, bahwasanya ia dianggap sebagai firman Allah, yang dinukil oleh Rasulullah tetapi dengan lafal dari beliau. Ini nampak jelas dari apa yang dinukil pada akhir sanadnya. seperti ini,

“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

…قال الله تعالى (Allah telah berfirman…), atau

…فيما يرويه عن ربه عزّ وجل (dari yang ia riwayatkan dari Rabb-nya ‘Azza wa Jalla…)

Beliau juga berpendapat tentang lafal dan makna hadits qudsi,

والحديث القدسي ينسب إلى الله تعالى معنىً لا لفظاً، ولذلك لا يتعبد بتلاوة لفظه، ولا يقرأ في الصلاة

“Hadits qudsi dinisbahkan kepada Allah ta’ala dalam makananya tapi tidak dengan lafalnya. Oleh karena itu membaca lafalnya tidak termasuk sebagai ibadah dan tidak dibaca dalam shalat.”(Musthalahul Hadits, 1/6)

Abul Qahir Al Jurjani

الحديث القدسي هو من حيث المعنى من عند الله تعالى ومن حيث اللفظ من رسول الله صلى الله عليه وسلم. فهو ما أخبر الله تعالى به نبيه بإلهام أو بالمنام فأخبر عليه السلام عن ذلك المعنى بعبارة نفسه فالقرآن مفضل عليه لأن لفظه منزل أيضا

Al Jurjani mengatakan bahwasanya Hadist Qudsi adalah hadits yang maknanya datang dari Allah subhanahu wa ta’ala, adapun redaksinya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam.

Jadi hadits qudsi ini merupakan berita dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada Muhammad melalui mimpi atau ilham. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menyampaikan berita itu dengan ungkapan beliau sendiri.

Jika dibandingkan dengan Al Quran, meskipun makananya sama-sama datang dari Allah subhanahu wa ta’ala. Hal ini lah yang membedakan tingkatan Al Quran dan hadits qudsi, al Quran lebih utama karena Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan redaksinya secara langsung. (at-Ta’rifat hlm. 133)

Imam Az Zarqani

Imam Az Zarqoni juga menyampaikan pendapatnya tentang definisi dari hadits qudsi ini, menurutnya redaksi dan makna hadits qudsi keduanya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sedangkan Hadits Nabawi (selain hadits qudsi) maknanya berdasarkan wahyu dalam kasus di luar Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, sementara redaksinya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam.

الحديث القدسي أُوحيت ألفاظه من الله على المشهور والحديث النبوي أوحيت معانيه في غير ما اجتهد فيه الرسول والألفاظ من الرسول

Hadits qudsi itu redaksinya diwahyukan dari Allah subhanahu wa ta’ala (termasuk pendapat yang masyhur]. adapun hadits nabawi ialah makna diwahyukan dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk selain masalah ijtihad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan redaksinya dari beliau. (Manahil Al Urfan, 1/37)

Jika kita melihat berdasarkan keterangan dari Az Zarqawi tentang Al Quran maupun Hadits qudsi, keduanya merupakan sama-sama firman Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun yang membedakan dari keduanya adalah masalah statusnya, dan hadits qudsi juga tidak memiliki keistimkewaan khusus sebagaimana Al Quran. (Manahil al Urfan, 1/37)

Ibnu Hajar Al Asqalani

Ibnu Hajar Al Asqolani juga memberikan penyataannya tentang hadits qudsi (hadits ilahiah) dalam salah satu kitabnya, yang berbunyi:

الأحاديث الإلهية: وهي تحتمل أن يكون المصطفى صلى الله عليه وسلم أخذها عن الله تعالى بلا واسطة أو بواسطة

Hadits Ilahiyah adalah hadits yang memiliki kemungkinan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam mengambilnya dari Allah subhanahu wa ta’ala tanpa perantara atau melalui perantara. (Fathul Qadir 4/468)

Jalaluddin al-Mahalli

Beliau merupakan salah satu penulis dari kitab tafsir jalalain, dan beliau mengistilahkan hadits ini dengan hadits rabbani, dengan pernyataan beliau yang berbunyi:

الْأَحَادِيثَ الرَّبَّانِيَّةَ كَحَدِيثِ الصَّحِيحَيْنِ: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

Hadits Rabbani yaitu seperti hadits yang disebutkan di kedua kitab hadits shahih (Imam Bukhari dan Imam Muslim): ” Saya sesuai perasangka hamaba-Ku kepada-Ku.” (Hasyiyah al Atthar ‘ala syarh al Mahalli).

Imam Abdurrouf Al Munawi

الحديث القدسي إخبار الله تعالى نبيه عليه الصلاة والسلام معناه بإلهام أو بالمنام فأخبر النبي صلى الله عليه وسلم عن ذلك المعنى بعبارة نفسه

Al munawi mendefinisikan bahwa hadits qudsi adalah berita yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam secara makana dalam bentuk mimpi atau ilham. Lalu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam menyampaikan berita itu dalam redaksi beliau.

Contoh Hadits Qudsi

Dibandingkan dengan jumlah hadits-hadits nabi, maka jumlah hadits qudsi bisa dibilang tidak banyak. Jumlahnya ada 4444 hadits tetapi tidak banyak yang mengetahui.

Para ulama memperkirakan jumlah hadist qudsi hanya sekitar 200 hadist.Karena sedikitnya jumlah hadist qudsi maka ada beberapa ulama yang mengumpulkannya dalam sebuah kitab. Antara lain:

Kitab berjudul “al-Kalimah  at-Tayyibah ” oleh Ibnu Taimiyah
Kitab Berjudul “Adab al-Hadist al-Qudsi” oleh Ahmad Syarbashi
Kitab Berjudul “al-Ittihafat as-Sunniyyah bi al-Hadis al-Qudsiyyah” oleh Abdur Ra’uf al-Munawi

Di antara contoh hadits qudsi adalah sebagai berikut,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً “

“Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Dan Aku ada bersamanya jika ia senantiasa ingat Aku. Jika ia ingat Aku sendirian, maka Aku pun akan ingat ia sendirian. Jika ia ingat Aku dalam sekumpulan orang, Aku akan ingat dia dalam kumpulan yang lebih baik dari itu (Malaikat). Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat kepadaku sehasta, Aku akan mendekat kepadanya satu depa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya berlari” (HR. Bukhari no.7405).

:عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ، كَتَبَ فِي كِتَابِهِ عَلَى نَفْسِهِ، فَهُوَ مَوْضُوعٌ عِنْدَهُ: إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي” (رواه مسلم (وكذلك البخاري والنسائي وابن ماجه

Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, dia berkata; telah bersabda Rasulullah Saw, “Ketika Allah menetapkan penciptaan makhluk, Dia menuliskan dalam kitab-Nya ketetapan untuk diri-Nya sendiri: Sesungguhnya rahmat-Ku (kasih sayangku) mengalahkan murka-Ku.” (HR. Muslim, al-Bukhari, an-Nasa-i dan Ibnu Majah)

:عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ” قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: كَذَّبَنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، وَشَتَمَنِي وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: لَنْ يُعِيدَنِي كَمَا بَدَأَنِي، وَلَيْسَ أَوَّلُ الْخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْ إِعَادَتِهِ، وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا، وَأَنَا الْأَحَدُ الصَّمَدُ، لَمْ أَلِدْ وَلَمْ أُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لِي كُفُوًا أَحَدٌ” (رواه البخاري (وكذلك النسائي

Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra., bahwasanya Nabi Saw bersabda, telah Berfirman Allah Swt: “Ibnu Adam (anak-keturunan Adam/umat manusia) telah mendustakanku, dan mereka tidak berhak untuk itu, dan mereka mencelaku padahal mereka tidak berhak untuk itu, adapun kedustaannya padaku adalah perkataanya, “Dia tidak akan menciptakankan aku kembali sebagaimana Dia pertama kali menciptakanku (tidak dibangkitkan setelah mati)”, adapun celaan mereka kepadaku adalah ucapannya, “Allah telah mengambil seorang anak, (padahal) Aku adalah Ahad (Maha Esa) dan Tempat memohon segala sesuatu (al-shomad), Aku tidak beranak dan tidak pula diperankkan, dan tidak ada bagiku satupun yang menyerupai.” (HR. al-Bukhari dan an-Nasa-i)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ؛ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي، تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ”. (رواه مسلم وكذلك ابن ماجه

Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, Telah bersabda Rasulullah Saw, “Telah berfirman Allah tabaraka wa ta’ala (Yang Maha Suci dan Maha Luhur), Aku adalah Dzat Yang Maha Mandiri, Yang Paling tidak membutuhkan sekutu; Barang siapa beramal sebuah amal menyekutukan Aku dalam amalan itu, maka Aku meninggalkannya dan sekutunya.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah) (gomuslim.co.id)

Wallahu a’lam bishawab

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Sah! Catherine Wilson Resmi Menikah dengan Anggota DPRD Sidrap Idham Mase

Jakarta - Hari ini, Sabtu (1/10) menjadi momen bahagia bagi Catherine Wilson yang akan melepas masa lajangnya bersama dengan anggota DPRD Sidrap, Idham Mase. Digelar di sebuah...

Eks Cakrabirawa Kisahkan Detik-detik G-30-S: Penculik Dewan Jenderal Pamit ke Soeharto

Jakarta - Peristiwa G-30-S yang melibatkan PKI pada 57 tahun lalu menjadi peristiwa berdarah yang menjadi catatan merah dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Tujuh perwira...

5 Negara Penghasil Kopi Terbesar di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

Jakarta - Minum kopi menjadi salah satu kegiatan favorit sebagian warga dunia. Bukan rahasia lagi bahwa kopi begitu digemari masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Untuk alasan...

Cerita Pria Tarik Uang Rp 25 Miliar dari ATM Tanpa Terdeteksi Bank

MELBOURNE - Pernah membayangkan bisa menarik uang dari anjungan tunai mandiri (ATM) secara tak terbatas dan tanpa terdeteksi oleh bank? Itulah yang terjadi pada Dan Saunders,...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

8 Bulan Tenaga Kesehatan RSUD Ternate Belum Terima Tunjangan, Totalnya Rp 26 Milliar

TERNATE, Beritamalut.co - Ratusan tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Kota Ternate mengeluhkan pembayaran tunjangan kinerja (tuking) yang...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...